Mengapa ayam petelur umur 19 minggu belum bertelur ???

November 12, 2014 Leave a comment

Berikut diskusi lain di BBM.

===============================

Participants:
————-
– Sopyan Haris Ortega *ID* *TH*, BLOG Robiul Fajar

Messages:
———
BLOG Robiul Fajar:
Pak mau bertanya, kalo ayam layer sampe umur 19 minggu belum bertelur jga, karena faktor ap ?

- Sopyan Haris Ortega *ID* *TH*:
Terlambat dewasa kelamin alias saluran reproduksinya blm berkembang dengan sempurna

BLOG Robiul Fajar:
Cara mengatasinya gmna pak ?

- Sopyan Haris Ortega *ID* *TH*:
Beri kesempatan agar saluran reproduksinya berkembang dengan baik saat “masa perkembangannya” tersebut. Yaitu rentang waktu antara umur 13 sampai 17 minggu.
– Sopyan Haris Ortega *ID* *TH*:
Dengan cara :

#1.
Hanya boleh diberikan pakan grower yang sangat cocok dan tepat bagi rentang umur tersebut, contoh pakan 522 atau 322 K

#2.
Jangan bikin ayam menjadi stress saat rentang umur tersebut karena ayam yang stress akan menganggu perkembangan saluran reproduksinya.

#3.
Cek dan evaluasi kembali tindakan apa saja yang membuat ayam stress di umur tersebut, dan segera lakukan perubahan.
– Sopyan Haris Ortega *ID* *TH*:
Coba bedah 1 atau 2 ekor ayam yang jenggernya masih kecil atau berat badannya di bawah 1.6kg. Dan lihat kondisi saluran reproduksinya, seberapa berkembangnya saluran tersebut ??

Categories: Konsultasi BBM

Mampukah Ayam Broiler Mencapai 1.6 kg/ekor dalam 28 hari

November 6, 2014 Leave a comment

Mampukah Ayam Broiler Mencapai 1.6 kg/ekor dalam 28 hari ??

(Rumus 28 = 1.6 –> 50 = 33) *)

 

Oleh : Sopyan Haris **)

 

Bahasa Lapangan

Anda mungkin sempat berfikir rumus apakah itu. Bagi Anda yang “bermain” di kemitraan ayam broiler tentu tidak asing dengan hitungan-hitungan seperti itu. Dalam hitungan simpel di lapangan, sering terlontarkan “berapa kilogram daging broiler hidup yang dihasilkan dari satu karung pakan yang dikonsumsi ?”. Dalam hitungan matematis adalah 50 kg pakan –> menghasilkan berapa kg ?

  Read more…

Categories: Broiler, Performance Tags: ,

Cara Menghitung Keseragaman Berat Badan di Ayam Petelur

November 5, 2014 Leave a comment

Cara Menghitung Keseragaman Berat Badan di Ayam Petelur 1)

Oleh : Sopyan Haris 2)

Layer-Closed-House-Eastern.jpg

Tanjung | 05 November 2014 |

Dalam manajemen ayam petelur, keseragaman berat badan tiap minggu di umur DOC sampai awal produksi sangat penting untuk mencapai puncak dan stabilitas produksi telur.

Bagaimanakah cara menghitung keseragaman berat badan dari kelompok ayam-ayam yang kita miliki ??

Berikut saya sharing langkah-langkah mudahnya :

Read more…

Categories: Layer Tags: ,

Membaca arah masa depan bisnis daging ayam di Indonesia

December 3, 2013 2 comments

Membaca arah masa depan bisnis daging ayam di Indonesia

Oleh : Sopyan Haris

Estimasi baca : 1 menit

Barangkali itu sebuah judul yang terkesan terlalu jauh untuk dipikirkan karena memang itulah ciri kita sebagai orang Indonesia yaitu selalu “Rabun Jauh” dalam membaca masa depan.

Tapi saya cukup yakin, banyak para pelaku di bisnis daging ayam di Indonesia yang sudah mampu membaca peluang itu. Tapi saya yakin juga masih lebih banyak yang belum mampu membaca masa depan itu.

Tahun 2015, ketika ASEAN Economic Community dibuka dan ketika tahun 2020 kesepakatan APEC yang ditanda-tangani di Bogor jaman Alm. Presiden Soeharto akan berlaku, maka konstelasi persaingan industri daging ayam di Indonesia sudah akan berubah drastis.

“Paha putih” yang saat ini masih mengapung di kontainer di lautan tidak bisa lagi dibendung untuk singgah di Tanjung Priok maupun Tanjung Perak. Karkas ayam ilegal dari Entikong yang masuk ke KalBar tidak akan lagi dikatakan ilegal.

Obama yang sudah berjabat tangan dengan Takmir Masjid Istiqlal di Jakarta, menyiratkan makna bahwa ayam yang disembelih di Amerika sudah dianggap halal, jadi tidak ada alasan lagi Indonesia menolak “paha putih” dari Amerika dengan alasan tidak halal.

Sedangkan kita di Indonesia masih “bertengkar” dengan kawan sendiri mengamankan “periuk” masing-masing. Padahal pelaku dari Negara lain sudah siap-siap akan mengambil “periuk” kita semua.

Mengapa bertengkar ? Bisa jadi karena kita masih “Rabun Jauh” dengan arah masa depan bisnis daging ayam di Indonesia ke depan. Dan pertengkaran itu justru bukan salah satu dari kita yang menjadi pemenang tapi kita semua akan kalah dan mereka-lah yang menjadi pemenang.

Oleh karena itu, masih-kah kita akan tetap konsisten dengan penyakit “Rabun Jauh” itu ??

Sastrawan Perunggasan

Bukan ayam yang harus ikuti kita

October 13, 2013 11 comments

image

Bukan ayam yang harus ikuti kita
Oleh : Sopyan Haris

(estimasi baca : 2 menit).

Banjarmasin, 13 Oktober 2013.
Bukan ayam yang harus ikuti kita, tetapi kitalah yang harus ikuti ayam. Barangkali demikian kalimat filosofis yang akhirnya muncul manakala kita terjun ke dalam dunia bisnis di bidang perunggasan. Secara pribadi saya ingin mengatakan bahwa bisnis di bidang “Perayaman” adalah bisnia “menerima manfaat” dari ayam bukan bisnis “mengekploitasi ayam”.

Sesungguhnya, ayam-lah yang menjadi boss kita. Bila kita memberi semua kebutuhan ayam dan ayam merasa puas dan nyaman maka ayam akan tumbuh berkembang dan berpoduksi dengan maksimal. Dengan begitu, ayam akan memberikan hasil keuntungan yang bagus untuk kita.

Mari kita ulas contoh situasi seperti pada gambar di atas. Tidak cukup adil bila kita berharap hasil yang maksimal dari ayam apabila kita menempatkan ayam dengan kondisi tempat minum seperti itu. Ayam mengalami kesulitan saat akan mengkonsumsi air minum. Saya berfikiran positif, mungkin si pemilik cukup telaten akan membantu menyuapi satu per satu ayam bila ayam mengalami kesulitan minum. Tapi rasanya pikiran positif tersebut adalah pikiran konyol dan cenderung -maaf- sinis dan bodoh.

Foto tersebut adalah kebaikan dari seorang rekan yang tidak dapat disebutkan namanya yang telah berkenan untuk berbagi. Dari foto tersebut saya mencoba mengajak kepada kita semua untuk berbuat adil juga terhadap ayam-ayam yang kita miliki. Ayam-ayam tersebut adalah aset usaha yang kita miliki yang kita berharap mendapat manfaat banyak dari hasil produksinya. Oleh karena itu, berikanlah apa yang ayam butuhkan dan tunggulah nanti ayam akan memberikan apa yang kita butuhkan.

Dishare dari Banjarmasin.

Sopyan Haris
“Sastrawan Perunggasan”

September 2013 : Naiknya harga ayam di pasar akibat kenaikan harga pakan adalah berita menyesatkan

September 24, 2013 Leave a comment

September 2013 : Naiknya harga ayam di pasar akibat kenaikan harga pakan adalah berita menyesatkan..

Oleh : Sopyan Haris

(Estimasi Baca 1 menit)

 

Daging Cobb 500

Beberapa hari terakhir ini banyak pemberitaan di media massa maupun social media yang mengatakan bahwa naiknya harga ayam potong di pasar saat ini akibat kenaikan harga pakan, menurut saya ini adalah berita menyesatkan.

Berita naiknya harga pakan memang benar tetapi itu belum langsung berdampak pada naiknya harga ayam potong di pasar. Setelah ada kenaikan harga pakan, pada kenyataannya harga ayam hidup di kandang masih rendah, lebih rendah dari harga menjelang Lebaran 2013.

Read more…

Categories: Bisnis Perunggasan, Pangan

Di Balik Kemegahan Kandang Closed House Ayam Petelur

April 25, 2013 17 comments

Di Balik Kemegahan Kandang Closed House Ayam Petelur *

Oleh : Sopyan Haris **

Ketika seorang artis atau pejabat membuat rumah seharga Rp. 2 milyar atau lebih, maka media cetak atau elektronik menjadikannya sebuah berita yang fenomenal. Tetapi ketika ada “Kandang Ayam” yang harga per unitnya Rp. 1,5 bahkan Rp. 2,5 Milyar, pernahkah menjadi sebuah berita yang fenomenal ??

“Kandang Ayam” ?? Ya benar, dan itu bukan kata kiasan, itu asli sebuah bangunan yang sengaja dibangun dan dijadikan sebagai tempat hidup bagi ayam selama masa hidupnya. Pengertian ayam di sini murni adalah ayam sebagaimana kita kenal dan bukan “ayam” dalam pengertian kiasan yang aneh-aneh.

Mau tau benarkah harga sebuah “Kandang Ayam” mencapai nilai milyar rupiah ?? Silahkan simak terus artikel di bawah ini.

megah 01

Read more…

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,324 other followers