Home > Closed House, Layer > Hati-hati membangun Kandang Closed House Ayam Petelur…

Hati-hati membangun Kandang Closed House Ayam Petelur…

Sekitar pukul 09.00 WIB tadi pagi, saya mendapat telpon dari rekan kerja yang kebetulan bertugas untuk area Jember dan sekitarnya. Di awal pembicaraan tersebut, kolega saya itu langsung mengatakan minta tolong dikirimi gambar rancangan kandang Closed House untuk Ayam Petelur (Layer) karena ada seorang pengusaha yang ingin membangun kandang Closed House secara mandiri dan beliau memiliki team arsitek sendiri.

Tanggapan saya pertama kali adalah sebaiknya orang tersebut berhati-hati dalam membangun kandang Closed House untuk ayam petelur. Kalaupun orang tersebut -bersama arsiteknya- diajak untuk melihat kandang Closed House yang sudah beroperasi saya tidak terlalu yakin mereka akan dapat membangun kandang Closed House sesuai dengan persyaratan teknis kandangnya.

Saya katakan, saya bukan menyangsikan kemampuan modal yang ada pada mereka, tapi lebih pada upaya antisipasi agar bangunan kandang Closed House itu dapat memenuhi persyaratan teknis sebagaimana yang dibutuhkan oleh ayam. Nah pemahaman ini tidak bisa didapatkan hanya melalui pengamatan bentuk kandang, tetapi harus melalui tahapan perhitungan perancangan konstruksi kandang yang memenuhi beberapa variabel utama. Variabel-variabel inilah yang tidak dikuasai oleh arsitek atau pemborong murni, harus ada pihak dari Technical Support yang memahami karakteristik ayam petelur dan memahami betul prinsip-prinsip utama pada kandang Closed House.

Saya ingat betul anggapan keliru pada sebagian pengusaha perunggasan di Indonesia yang mengatakan Closed House tidak cocok untuk dikembangkan di Indonesia atau dengan Closed House-pun performance produksi masih tidak maksimal. Tanggapan saya sich cukup sederhana, saya hanya akan katakan : “Sudahkan Anda terjun langsung ke Closed House ?, dan apakah konstruksi maupun semua equipment yang Anda install sudah berjalan sesuai dengan pinsip-prinsip kerja Closed House ?”

Bila kita belum menemukan jawaban dari pertanyaan yang saya ajukan tadi maka sebaiknya kita jangan berdebat dulu tentang kegagalan Closed House, tapi perbaiki dan sempurnakan dulu Closed House Anda baru kita diskusi tentang performance.

Pada dasarnya ayam itu hidup hanya sebagai manifestasi atau respon dari apa yang kita berikan pada ayam. Filosofi ini-lah yang mungkin harus selalu kita pegang bila kita berbisnis di perunggasan.

Kembali ke diskusi tentang Closed House, saya pribadi ingin mengatakan bahwa siap atau tidak siap paling lambat 5 tahun mendatang teknologi perkandangan sistem Closed House sudah menjadi hal yang penting dalam industri perunggasan modern di Indonesia. Dan semua akan kembali kepada kesiapan kita sendiri. Namun demikian kita tetap harus berhati-hati dalam membangun Closed House. Kesalahan di awal akan menjadi kesalahan laten dan tanpa sadar akan menggerogoti potensi profit bagi Anda.

Di-share saat di Banyuwangi – Jawa Timur

Sopyan Haris

About these ads
Categories: Closed House, Layer Tags: ,
  1. August 24, 2014 at 3:29 PM

    Assalamualaikum, Kami sekarang sedang mencari bentuk yang cocok untuk peternak ayam kampung, mohon foto dan desennya

    • August 24, 2014 at 8:17 PM

      Dear..

      Mohon maaf untuk sistem perkandangan ayam kampung saya tidak memiliki literatur yang cukup.

      Barangkali bisa menghubungi HIMPULI (Himpunan Peternak Unggas Lokal Indonesia) yang lebih kompeten.

      Terima kasih..

  2. May 28, 2010 at 8:50 AM

    Terima kasih atas Sharingnya.

    Pengusaha yang pernah gagal untuk bisnis ayam dengan sistem yang katanya “Closed House” tidak hanya Bapak sendiri. Ada beberapa yang di Jawa Timur dan Jawa Tengah juga tidak berhasil, lebih ekstrem lagi adalah rugi dan kandangpun kembali difungsikan dengan sistem terbuka (Open House). Mengapa saya katakan “yang katanya Closed House”, karena closed house nya asal-asalan.

    Di sisi lain, pengusaha yang sudah senang dan mampu berbisnis dengan sistem Closed House pun tidak sedikit. Artinya kesimpulan yang menyatakan bahwa Closed House mubadzir apakah benar ??? Terlebih lagi bagi pengusaha yang belum banyak mengenal Closed House tetapi sudah menyimpulkan bahwa Closed House tidak ada gunanya. Kesimpulan tersebut perlu ditinjau kembali.

    Disadari atau tidak, tantangan cuaca panas dan penyakit di Indonesia bukan makin menurun tetapi justru makin meningkat. Solusi jangka pendek yang hanya bermain antibiotik atau multivitamin sifatnya adalah Variabel Cost yang justru bila dihitung akan tinggi pada beban cost per unit produk (daging atau telur),belum lagi sisi kewajaran dalam penggunaan antibiotik yang belum menjadi kewajiban moral dalam penyediaan pangan yang sehat. Solusi jangka panjang untuk masalah ini adalah mengubah mind set dari aspek perkandangan.

    Hasil analisa saya disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain:
    1. Dari sisi dimensi dan konstruksi serta perhitungan secara eksak apa yang seharusnya disediakan untuk Closed House ternyata salah.
    2. Efektifitas alat sudah menurun tetapi si pemilik atau pengelola tidak menyadarinya dan tidak melakukan adjustment.
    Perlu diketahui, kapasitas kipas dan luasan inlet serta tekanan negatif presure tidak difungsikan tanpa ada perhitungannya.
    3. Kemampuan pemilik atau pengelola kandang dalam hal teknis manajemen pengoperasiannya sangat minim. Seni dalam pegelolaannya belum dimiliki.

    Pada dasarnya, kebutuhan ayam adalah tetap. Yang berubah adalah kondisi lingkungan dan apa yang dapat kita berikan untuk ayam. Artinya adalah bahwa Closed House
    hanyalah sebuah sarana, dan bahwa sarana itu akan efektif tergantung pada sarana itu betul atau tidak dan si pengguna sarana itu tau caranya atau tidak.

    Mohon maaf mungkin sudut pandang saya tidak langsung tanggapan teknis, tapi justru mengubah pola pikir.

    Salam dari Mojokerto

  3. boodee
    May 25, 2010 at 6:44 AM

    ass wr wb
    Saya ada kandang sewa closed house untuk ayam broiler dengan segala perlengkapan yang sudah terpasang sebelumnya, jadi saya tinggal memakainya.
    Yang jadi masalah adalah saya sangat awam dengan tata laksana / perlakuan pada kandang closed house termasuk suhu, kelembaban, kecepatan angin, pencahayaan dll.Yang mana pada akhirnya saya berkesimpulan kandang closed house adalah mubadzir karena hasil produksinya kurang lebih sama dengan kandang open (panggung) dan hanya menambah cost saja (operasioal listrik dan peralatan yang mahal)

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,319 other followers

%d bloggers like this: