Home > Bisnis Perunggasan, Closed House, Perunggasan Dunia > Di Balik Kemegahan Kandang Closed House Ayam Petelur

Di Balik Kemegahan Kandang Closed House Ayam Petelur

Di Balik Kemegahan Kandang Closed House Ayam Petelur *

Oleh : Sopyan Haris **

Ketika seorang artis atau pejabat membuat rumah seharga Rp. 2 milyar atau lebih, maka media cetak atau elektronik menjadikannya sebuah berita yang fenomenal. Tetapi ketika ada “Kandang Ayam” yang harga per unitnya Rp. 1,5 bahkan Rp. 2,5 Milyar, pernahkah menjadi sebuah berita yang fenomenal ??

“Kandang Ayam” ?? Ya benar, dan itu bukan kata kiasan, itu asli sebuah bangunan yang sengaja dibangun dan dijadikan sebagai tempat hidup bagi ayam selama masa hidupnya. Pengertian ayam di sini murni adalah ayam sebagaimana kita kenal dan bukan “ayam” dalam pengertian kiasan yang aneh-aneh.

Mau tau benarkah harga sebuah “Kandang Ayam” mencapai nilai milyar rupiah ?? Silahkan simak terus artikel di bawah ini.

megah 01

Bagi orang awam, ketika mendengar kata “ayam” atau “kandang ayam” maka yang terlintas dalam benak pikirannya mungkin bau, jijik, jorok, kaum udik, kampungan, wong nDeso, dan segala hal yang sama sekali jauh dari kata modern. Bagi Anda yang masih berpandangan seperti itu, sudah saatnya sekarang untuk membuka mata dan pikiran bahwa ayam sekarang sudah bukan seperti yang Anda pikirkan.

Sebagai ilustrasi, Andai uang “Gayus Tambunan” yang konon Rp. 75 M itu dijadikan kandang ayam ini, maka uang itu hanya bisa untuk membangun 30 unit kandang yang bisa diisi ayam hanya 1,5 juta ekor (atau sekitar 1,5% dari seluruh ayam petelur di Indonesia). Mengapa hanya segitu ?? Simak jawabannya di bawah ini.

Ya bahwa Kandang Closed House Ayam Petelur mulai trend di Indonesia dalam tahun-tahun belakangan ini. Memang jumlahnya belum banyak dan prediksinya akan semakin banyak jumlah tersebut dalam 10 sampai 15 tahun mendatang.

Apa sebenarnya Kandang Closed House Ayam Petelur ??

Kandang Closed House Ayam Petelur adalah sebuah kandang yang digunakan untuk tempat hidup ayam selama masa pemeliharaan. Hanya saja sarana yang ada di dalam kandang tersebut seluruhnya menggunakan bahan yang serba modern dan otomatis.

Aktivitas di dalam kandang tersebut memang hanya memberi pakan, memberi minum, menjaga kesehatan ayam, tetapi semua aktivitas ini dikerjakan oleh mesin secara otomatis yang dirancang sesuai dengan tujuan pemeliharaan itu.

Sementara  saya tidak ungkap detail dimensi luas kandangnya tetapi di salah satu wilayah di Pulau Jawa ini telah terbangun Kandang Closed House Ayam Petelur yang berisi ayam sebanyak 36.000 ekor bahkan 54.000 ekor per unitnya. Dan itu tidak hanya 1 atau 2 unit melainkan akan lebih banyak lagi.

megah 02

Dengan begitu lengkap dan modern-nya sarana di dalam kandang tersebut, secara kasar biaya untuk membangun kandang tersebut tidak kurang dari Rp. 70.000,- per ekornya. Bila angka ini Anda kalikan dengan populasi per kandang yang 36.000 ekor atau 54.000 ekor, maka akan ketemu angka Rp. 2,5 Milyar  dan Rp. 3,8 Milyar harga per unit kandang Closed House. Wooowww megah sekali ya ?? Dan percayakah Anda tentang itu ??

Kandang tersebut riil sudah ada dan sudah beroperasi di Pulau Jawa ini. Mungkin Anda akan bertanya, mengapa begitu mahal dan kapan akan kembalinya nilai modal sebanyak itu ?? Untuk menjawab ini kita perlu diskusi pada sesi Analisa Ekonomi atau Study Kelayakan Proyek dengan variabel-variabel di dalamnya.

Yang menjadi poin diskusi kita saat ini adalah “Di Balik Kemegahan” tersebut. Ya benar karena jika faktor x ini tidak diperhatikan, maka nilai investasi yang ditanamkan pada Kandang Closed House itu akan “amburadul”. Faktor x yang saya maksud di sini adalah faktor SDM.

megah 03

Anggaplah saya tidak menyangsikan kapabilitas modal yang Anda miliki dengan nilai milyaran rupiah tadi untuk membangun kandang Closed House, tetapi bila Anda kurang memberi perhatian pada kualitas SDM yang men-support Anda maka “Dewi Fortuna” mungkin tidak singgah ke Anda. Dan sayangnya SDM yang mumpuni dalam teknologi Closed House ini belum banyak di Indonesia.

Anggaplah kandang Closed House tersebut sebagai “Hardware”-nya, maka Anda juga perlu “Software” yang “ciamik” untuk mendukungnya. Software ini-pun ternyata belum bisa diciptakan secara instan seperti halnya bikin web, BLOG atau sekedar menulis artikel seperti yang Anda baca saat ini.

Saya yakin Anda tidak akan berani “gambling” investasi milyaran rupiah di ayam petelur tanpa diimbangi dengan investasi pada SDM yang berkualitas.

Salah satu trik yang mungkin bisa Anda lakukan adalah Anda harus berani untuk bisa membuka hubungan dengan perusahaan “terbaik” bidang perunggasan di Indonesia ini. Mengapa harus kepada perusahaan “terbaik” ?? Ya karena perusahaan “terbaik” itu tentu secara teknologi maupun pengalamannya sudah lebih mumpuni dibanding perusahaan yang lain. Dan investasi pada Closed House ayam petelur ini tentu bukan berjalan hanya 1 atau 2 tahun melainkan berharap terus berjalan selama puluhan tahun.

So’ siapkah Anda dengan investasi capital dan SDM untuk terjun ke Closed House ?? Dengan berdiri tegak kita harus katakan “Selamat Datang Closed House di Indonesia”.

Bagaimana pandangan Anda, saya yakin Anda juga punya sudut pandang sendiri.

=============================

Ditulis pada 06092011 : 21.05 WIB

* Judul yang terbesit sejak tahun 2008

** Closed House Specialist, mendalami Sistem Closed House sejak 2005 di Broiler, Pullet dan Layer, penggiat juga di BLOG Perunggasan Indonesia di http://www.UNGGASIndonesia.wordpress.com

About these ads
  1. August 23, 2014 at 12:19 AM

    Selamat malam Pak ,
    minta infonya, peternakan ayam dengan kandang close house yg seperti diatas bisa tidak yah untuk tempat praktek kerja( wilayah jawa barat / jawa tengah / jawa timur )..dan kalo bisa saya minta alamat dan nomor yg bisa dihubungi, terima kasih sebelumnya..

    • August 23, 2014 at 11:08 AM

      Selamat pagi Mas Adi…

      Pada prinsipnya kebijakan itu tergantung dari masing-masing perusahaan. Biasanya komunikasi melalui C to B alias Campus to Business alias antara kampus dengan perusahaan. Dan secara prinsip umumnya perusahaan juga terbuka menjalin kerjasama dengan kampus. Tinggal bagaimana kampus saja dalam melakukan PEDEKATE.

      Saya ada sedikit jalur hubungan bila menghendaki ke perusahaan bbrp propinsi di Indonesia. Silahkan kontak secara pribadi ke email saya. Mohon lengkapi sedikit dengan rancangan proposal dan CV nya untuk saya ketahui arah praktek yang akan dilakukan. Sebisa mungkin saya akan bantu sesuai dengan kapasitas saya.

      Terima kasih…

  2. August 8, 2014 at 12:05 PM

    Pak saya tertarik dengan kandang sistem closed house… bpk ada rekomendasi perusahaan/ perorangan untuk saya telusuri? Posisi saya di Bengkulu pak, terima kasih..

    • August 9, 2014 at 4:25 AM

      Pak Jevie…

      Silahkan kita lanjut diskusi japri bila berkaitan dengan rekomendasi personal

  3. October 12, 2013 at 4:50 AM

    Pak kandang saya kandang dr bambu apakah bisa dimodifikasi jadi kandang closed house. Trus cara penempatan blowernya lebih baik ada di atas kandang atau sejajar sama kandang batrenya pak. Terima kasih pak.

    • October 13, 2013 at 3:50 PM

      Pak Ricky,

      Yang dari bambu itu kandangnya atau sangkarnya?

      Saya tidak mempunyai gambaran bagaimana situasi lapangannya di situ.

      Bahan apapun bisa aja dibuat Closed House asal prinsip fisika fluida udara dapat berjalan sesuai konsepnya. Sampai dengan sekarang saya baru menemukan model Closed House yang berbahan dasar konstruksinya non-bambu. Tetapi bila Pak Ricky dapat membuatnya dan berhasil maka itu sah-sah saja.

      Pergerakan di Closed House atau Tunnel terjadi akibat ada ruang masuk udara (INLET) dan ada ruang keluar udara (OUTLET) dan tidak ada ruang masuk atau keluar selain dari kedua titik tersebut. Yang umum dilakukan adalah titik masuk dan keluar udara berada pada titik yang berbeda. Namun pada kajian tentang model “Transisional” konsep ini ada penyesuaian.

      Saya tidak tahu yang dimaksud dengan rancangan Pak Ricky menempatkan kipas di atas itu seperti apa.

      Dari saya sementara itu.

  4. September 13, 2013 at 12:46 AM

    pak sopyan saya mau nanya . kalo ayam yang tidak berhanti dari langkah apa yang harus diambil untuk penanganan ! trims

    • September 16, 2013 at 9:02 PM

      Maaf… saya kurang memahami maksud pertanyaannya..

  5. September 13, 2013 at 12:40 AM

    pak sopyan kalo ayam tidak bisa sembuh dari flu langkah apa yang harus diambil.

    • September 16, 2013 at 9:01 PM

      Dear…

      Yang dimaksud ayam apa ? umur berapa ?

  6. takezi
    August 18, 2013 at 7:18 PM

    Selamat malam Pak Sopyan kalau untuk closed house petelur untuk kapasitas 15ribu – 20ribu ayam dibutuhkan luas berapa pak?
    bila memungkinkan bisakah saya meminta no telp bapak untuk konsultasi , terima kasih

    • August 19, 2013 at 7:29 PM

      Dear Bpk,
      No HP nanti saya kirim lewat email.
      Hitungan Closed House tidak hanya luas melainkan volume, dan setelah itu ada bbrp prinsip lain yang berkaitan dengan dimensi perkandangan yang harus dipenuhi dulu sebelum kandang siap dibangun.

      Salam,

  7. April 26, 2013 at 10:26 AM

    mantap!

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,307 other followers

%d bloggers like this: