Home > Broiler, Closed House > Ventilasi Tunnel Pada Broiler

Ventilasi Tunnel Pada Broiler

Surabaya 28 Maret 2011, estimasi baca 5 menit.

Fungsi Sistem Ventilasi Ventilasi yang cukup dalam kandang sangatlah penting untuk mendukung proses produksi broiler di Indonesia. Secara prinsip terdapat 5 alasan mengapa kita membutuhkan ventilasi dalam kandang, yaitu: 1. Untuk membuang panas, 2. Untuk membuang uap air yang berlebih, 3. Untuk mengurangi debu dan bau, 4. Untuk mencegah terbentuknya gas berbahaya seperti amonia dan karbon dioksida, 5. Untuk memberikan oksigen yang cukup untuk respirasi.

Dari 5 alasan tersebut, 2 alasan yang paling utama adalah untuk membuang kelebihan panas dan kelebihan uap air dalam kandang.

Selama cuaca panas, hal yang paling penting dari ventilasi adalah membuang kelebihan panas yang terdapat di dalam kandang. Sebagaimana kita ketahui bahwa selama masa pertumbuhan, ayam-pun akan mengeluarkan panas tubuh. Tetapi di sisi lain selama cuaca dingin atau saat ayam masih kecil (DOC), panas justru dibutuhkan.

Selama cuaca panas, termasuk pengeluaran panas tubuh ayam yang dikombinasikan dengan panas dari udara luar dan dari radiasi sinar matahari menyebabkan penurunan konsumsi pakan, penurunan pertumbuhan dan peningkatan kematian. Sistem ventilasi dan sistem pendinginan ini dapat membuang panas di dalam kandang yang berasal dari panas tubuh ayam dan panas dari radiasi sinar matahari. Saat ayam besar (menjelang akhir panen) jumlah panas dalam kandang semakin tinggi. Sebagai contoh kandang yang berisi 11.500 kg ayam hidup akan menghasilkan panas sebesar 1juta BTU/jam.

Selama cuaca dingin, fungsi utama ventilasi adalah untuk membuang kelebihan uap air dari dalam kandang dan tetap mempertahankan panas yang diproduksi oleh ayam maupun pemanas brooder. Kandang yang berisi 11.500 kg ayam hidup akan menghasilkan 40 gallons uap air/jam. Apabila kandang bertipe Closed House, sistem ventilasi ini harus dioperasikan dengan timer untuk membuang uap air yang berasal dari ayam atau dari kondisi yang lembab.

Apakah Ventilasi Tunnel Itu ??
Ventilasi tunnel adalah sebuah sistem dimana kipas exhaus diletakkan di ujung akhir kandang (outlet) dan di ujung bersebrangannya terdapat area untuk masuk udara (inlet). Udara akan masuk lewat inlet, selanjutnya udara berjalan dalam kandang melewati sekumpulan ayam dan akhirnya udara akan keluar melalui kipas outlet

Ventilasi tunnel adalah tipe sistem exhaus. Kipas ini bekerja seperti pompa yang akan menarik udara dari inlet ke outlet. Penarikan (pemompaan) angin dari dalam ke luar kandang menyebabkan tekanan udara dalam kandang menurun. Tekanan udara di luar kandang akan mendorong udara menjadi masuk ke dalam kandang melalui inlet. Pada kandang dengan tirai sepanjang sisi kandang (kanan dan kiri), inlet berada di depan yang sehadap dengan kipas exhaus. Sehingga bisa dibayangkan bahwa gerakan angin dalam kandang seperti aliran air di dalam pipa. Udara yang masuk ke dalam kandang dapat didinginkan apabila di inlet menggunakan “evaporative cooling pad”.

Kerugian ventilasi tunnel adalah dibutuhkan kipas exhaus yang cukup sesuai dengan volume kandang. Selain itu dibutuhkan biaya ekstra untuk operasional ventilasi tunnel ini sejalan dengan peningkatan berat badan agar pertumbuhan tetap optimal dan kematian menurun selama cuaca ekstrem panas.

Bagaimana Ventilasi Tunnel Bekerja ??
Pergerakan angin adalah salah satu dari metode paling efektif untuk mendinginkan ayam selama cuaca panas. Saat udara bergerak melewati tubuh ayam yang panas maka panas ini akan keluar dari tubuh sehingga tubuh merasa lebih dingin. Semakin banyak jumlah angin yang bergerak ini maka semakin banyak efek dingin yang dihasilkan. Efek dingin yang dihasilkan dari pergerakan angin ini umumnya dikenal dengan istilah “efek windchill”.

Pada pemahaman lebih lanjut efek windchill ini berbeda tiap umurnya. Bahkan bila dikaji lebih lanjut, ternyata efek windchill juga berbeda antara broiler, layer, pullet maupun breeder. Perbedaan ini diakibatkan oleh konstanta atau “chill factor” yang berbeda.

Ventilasi tunnel menghasilkan pergerakan angin yang cepat di dalam kandang. Kecepatan angin umumnya antara 350 sampai 400 FPM (feet per menit) atau ekivalen dengan 1,7 sampai 2 m/detik. Kecepatan angin dalam range ini akan menurunkan suhu sekitar 3,5 sampai 4 derajat Celcius. Efek ini akan menurun bila temperatur udara meningkat di atas 33 derajat Celcius, bila efek dingin ingin didapatkan maka dibutuhkan “evaporative colling system”.

Yang harus kita ingat adalah meskipun ventilasi tunnel bekerja efektif untuk meningkatkan kenyamanan ayam dan meningkatkan performance saat cuaca panas tidak serta merta itu berlaku untuk ventilasi saat cuaca dingin. Saat cuaca dingin, walaupun kecepatan ventilasi diturunkan sampai batas ventilasi minimum (sesuai acuan), ventilasi tunnel ini sudah cukup bekerja untuk membuang uap air, dan amoniak.

Sistem ventilasi tunnel sudah cukup mampu untuk menurunkan suhu di dalam kandang dibandingkan suhu di luar kandang. Bila dikehendaki suhu yang lebih rendah maka sistem pendinginan dapat digunakan. Sistem pendinginan evaporasi secara umum mulai banyak digunakan di Indonesia, sistem ini menggunakan cell pad yang ditempatkan di ruang inlet.

Dishare dari Surabaya.
Oleh : Sopyan Haris

Posted with WordPress for BlackBerry.

  1. May 23, 2011 at 6:10 PM

    Pak sophian, terima kasih byk penjelasannya, sy tertarik pd ulasan bpk di poin 3 dan 4, mengenai pengaturan ventilasi pd kdg open dg menggunakan kipas dorong dan prinsip ventilasi pd kdg open, yg ingin sy tanyakan: Bgmn jarak pengaturan kipas dorongnya pak, perlu berapa banyak, kipas yg diameter brp inch dan rpm
    brp? Tks.

    Regards,
    yulia

    • May 23, 2011 at 7:18 PM

      Dear Ibu Yulia,

      Terima kasih kembali atau responnya. Mohon maaf bila tanggapan saya tidak langsung tertuju pada pertanyaan yang Ibu ajukan.

      5. Kembali lagi saya sampaikan bahwa bicara ventilasi akan melibatkan pengertian “minimum ventilasi” dan “kapasitas kipas”. Minimum ventilasi adalah ukuran besaran udara yang dibutuhkan untuk mendinginkan suhu tubuh ayam hidup dalam setiap kg berat badannya. Misal, ayam broiler dewasa membutuhkan minimum ventilasi sebesar 4CFM/kg berat badan. Sedangkan kapasitas kipas adalah volume udara yang dihasilkan dari 1 unit kipas dalam waktu 1 menit. Misal, 1 unit kipas exhaust tipe 48 inch mempunyai kapasitas kipas sebesar 20.000 CFM pada kondisi 0 (nol) negative pressure. Bila negative pressure ini meningkat, maka kapasitas kipas akan menurun karena terjadi hambatan pada proses “penarikan” udara oleh exhaust fan tersebut.

      6.
      Perhitungan tersebut akan menjadi rill dan mudah diaplikasikan pada kondisi kandang tertutup baik tunnel maupun evaporative. Sedangkan pada kandang open sulit untuk dilakukan perhitungan karena kondisi dalam kandang open udara di dalam kandang maupun di luar kandang bergerak tak teratur.

      7.
      Andaipun beberapa kandang open di Jawa yang akhirnya menggunakan tambahan kipas, mereka hanya menggunakan asumsi dan tidak menggunakan perhitungan yang bisa dipertanggungjawabkan. Termasuk asumsi-asumsi tersebut juga bersifat lokal dan sulit dijadikan ukuran apabila akan diterapkan di area lain.

      8.
      Jadi, mohon maaf saya belum bisa memberi gambaran acuan perhitungan bagaimana dan berapa jumlah kipas yang harus dipasang di kandang open.

      Terima kasih.

    • May 24, 2011 at 6:42 PM

      dear Pak sophian,

      Tks pak atas penjelasannya, Jd utk kdg open mungkin lebih didasarkan sesuai kebutuhan dan melihat kenyamanan Ayam, tentunya butuh kesigapan dan ketelitian ABK ya pak.

      Regards,
      yulia

      • May 24, 2011 at 8:57 PM

        Dear Bu Yulia,

        Menurut saya, untuk kandang broiler di kandang open model postal atau panggung densitas maksimal dalam kandang tidak melebihi 14 kg ayam hidup / meter persegi. Bila densitas melebihi angka tersebut maka mulai perlu mempertimbangkan dilakukan upaya penambahan ventilasi.

        Terima kasih.

  2. May 21, 2011 at 11:22 AM

    Dear Pak sophian,

    Artikelnya sgt membantu sy memahami masalah ventilasi dikandang Ayam broiler. Sy ingin menanyakan masalah bgmn cara mensiasati panas dan kelembaban utk kdg broiler open house (postal dan panggung) dan semi closed housed, dan bgmn cara kerja kipas/fan dan exhaust dalam mengatur sirkulasi udara dalam kandang. Tks

    regards,
    yulia

    • May 21, 2011 at 11:46 AM

      Dear Ibu Yulia,

      Berikut tanggapan saya,

      1.
      Cara kerja kipas (exhaust fan) adalah “menyedot” angin bukan mendorong angin, seperti mulut kita saat menyedot minuman menggunakan pipet atau sedotan. Oleh karena itu, exhaust fan ini banyak digunakan di kandang tunnel maupun kandang dengan sistem evaporative cooling.

      2.
      Kelembaban yang cocok untuk ayam pada kisaran 50% – 70%, tetapi secara umum kelembaban di Indonesia pada malam hari bisa lebih dari 80% dan di siang hari saat terik bisa mencapai 40% atau 50%. Untuk menurunkan kelembaban secara teori menggunakan konsep “dehumidisasi” tetapi dalam konteks bisnis ayam upaya ini belum ada yang menggunakan. Yang dapat dilakukan adalah dengan memaksimalkan kecepatan ventilasi di sekitar tubuh ayam hingga 500 FPM khususnya di ayam dewasa. Dengan kecepatan sebesar itu, maka akan terjadi efek mendinginkan suhu yang akan dirasakan oleh ayam yang kita kenal sebagai faktor efektif temperatur.

      3.
      Prinsip tunnel hanya berlaku pada kandang tertutup yang terdapat dua ujung yaitu ujung inlet (ruang masuk udara) dan ujung outlet (ruang keluar udara). Untuk model open house tidak tepat bila kita katakan sebagai tunnel. Pada open house (baik postal maupun panggung) hanya dapat dilakukan dengan memaksimalkan ventilasi menggunakan kipas dorong. Dengan memaksimalkan ventilasi ini kita juga berharap ada efek windchilled pada ayam, walaupun tidak sebesar di dalam kandang Closed House, terlebih lagi bila suhu di dalam kandang sudah lebih dari 32 derajat Celcius.

      4.
      Pada kandang open, saya lebih cenderung berfikir upaya untuk mencegah jangan sampai suhu di dalam kandang tinggi bukan berfikir bagaimana solusi bila suhu di dalam kandang sudah tinggi. Ada beda sudut pandang dalam pemikiran say ini.

      Kira-kira itu yang dapat saya sharing. Terima kasih.

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: