Home > Bisnis Perunggasan, Broiler > Training Awal Calon PPL Bisnis Broiler

Training Awal Calon PPL Bisnis Broiler

Training Awal Calon PPL Bisnis Broiler

Surabaya, 11 Juli 2011. | Estimasi Baca : 5 menit.

Oleh : Sopyan Haris

Untuk kesekian kalinya, pada tanggal 11 Juli 2011 ini kami diberi kepercayaan untuk melakukan training bagi Calon PPL di Bisnis Broiler. Sadar atau tidak, fungsi dan peran mereka cukup berarti sebagai kepanjangtanganan dari penyelenggara bisnis broiler yang bertugas untuk menghubungkan antara Inti dan Plasma.

Setelah melalui rangkaian seleksi, akhirnya masuk pada proses training dari kandidat yang terpiliha. Program training yang dilakukan terdiri atas 4 langkah dasar yaitu:

1.
Pembekalan Materi Bisnis dan Teknis Manajemen Pemeliharaan Broiler. Pada langkah pertama ini, kandidat diberi bekal materi yang cukup sebagai pegangan awal dan pembuka wawasan terkait dengan bisnis dan budidaya.

2.
Training On Farm Masa Brooding. Langkah ke-2 ini dilakukan untuk menekankan bahwa fase brooding sangat penting dalam teknis manajemen pemeliharaan broiler. Pada aktivitas ini, kandidat tinggal di kandang untuk mengikuti secara full kegiatan selama brooding di kandang. Aktivitas ini kira-kira memakan waktu 14 hari.

3.
Training di Lapangan. Langkah ke-3 ini dilakukan untuk mulai mengenalkan tugas dan fungsi kerja PPL dalam bisnis broiler. Kandidat langsung praktek bersama PPL yang sudah bekerja untuk adaptasi awal mengenal dunia kerja PPL. Proses ini dilakukan sekitar 1 bulan.

4.
Evaluasi Hasil Training. Langkah ke-4 ini dilakukan untuk mengetahui tingkat pencapaian atau keberhasilan dari tiap kandidat selama proses training, sekaligus memberikan tambahan materi sebagai bekal untuk selanjutnya terjun langsung sebagai PPL di bisnis broiler.

Berikut tampilan foto dari proses langkah 1 di atas.

 

Posted by. Sopyan Haris
with WordPress for Iyan’s JaveBerry.

  1. March 29, 2016 at 11:09 PM

    DH Pak Sopyan Haris,

    Mohon pencerahan nya terkait penggunaan antibiotic dalam pakan ayam broiler. Apakah antibiotic (mungkin beberapa pihak menyebutnya sebagai growth promotor) bisa dibenarkan, sesuai regulasi pemerintah Indonesia yang ada.

    Jikalau ada regulasi yang mengatur, PP, PerMen atau KepMen yang mana?

    Jikalau memang pemakaian antibiotic dalam pakan dibenarkan berdasarkan peraturan pemerintah/menteri tertentu (kalau ada), apakah ada kaitannya dengan waktu henti antibiotic (withdrawal period)?

    Sejauh mana pemerintah memastikan bahwa pemakaian antibiotic dalam pakan dilakukan sesuai dengan regulasi (sekali lagi jika memang hal ini dibenarkan regulasi)

    Terima kasih atas penjelasannya.

    Irawan Macanraup

    • March 30, 2016 at 10:14 AM

      Dear Pak Irawan

      Menarik sekali pertanyaan yang Bapak sampaikan, terima kasih sudah kembali mengingatkan kita akan dampak “residu antibiotik” yang mungkin akan terdapat pada produk hasil unggas.

      Sejak 2005 saya juga sudah sempat melontarkan tentang kekhawatiran ini pada forum formal salah satu FeedMill di Indonesia.

      Berkaitan dengan pertanyaan Bapak, saya tidak langsung menjawabnya. Saya berikan link langsung ke rujukan yang lebih kompeten telah menjabarkan secara regulasi penggunaan antibiotik.

      Direktorat Pakan Ternak
      http://pakan.ditjennak.pertanian.go.id/index.php/blog/read/kegiatan/hormon

      Sebagai catatan dari saya saja, bahwa FeedMill yang kompeten sudah mengikuti aturan sesuai perundang-undangan yang berlaku. Namun demikian disinyalir masih ada FeedMill yang skala kecil yang lepas dari Pengawasan Pemerintah, termasuk juga ada sebagian Farm Komersial yang mencampur pakan sendiri (Self Mixing) yang masih cukup agressif dalam penggunaan antibiotik dalam pakan. Di sinilah peran Pemerintah sebagai Regulator maupun Pengawas dlm Industri Pakan Ternak.

      Kiranya demikian tanggapan saya.

      Salam

  2. pugerangondangmojokerto
    July 11, 2011 at 8:02 PM

    Terima kasih Pak Harris

    Jadi seperti saya kira pokphan mempunyai kemitraan petani plasma untuk ayam broiler
    Seperti wonokoyo,
    Yang memberikan kemitraan ke peternak broiler, dimana peternak menyediakan kandang sedangkan DOC, Saprodi, dan pendampingan tehnis dari Perusahaan.
    Jadi tidak ada program seperti saya maksud?
    Terima kasih Pak Haris
    Salam ternak untuk indonesia

    Nanang yudahadik

    • July 11, 2011 at 8:49 PM

      Dear Pak Yuda,

      Memang konsep dasar kemitraan “budidaya” broiler adalah seperti yang pak Yuda ungkap. Perusahaan inti akan bekerja sama dengan plasma. Perusahaan inti akan mengirim seluruh sapronak yang dibutuhkan selanjutnya sapronak tsb akan dikelola oleh plasma untuk dibudidayakan. Perlu diketahui bahwa status sapronak yang dikirim tersebut dalam proposal kerjasama umumnya dianggap sebagai hutang plasma kepada inti, atau inti memiliki piutang di plasma. Harga sapronak ini dalam proposal disebut sebagai Harga Kontrak Sapronak.

      Selanjutnya di akhir masa pemeliharaan, plasma harus menjual 100% ayam yang dipelihara tsb kepada Inti kembali. Penjualan dari plasma kepada inti tsb sebagai pembayaran dari hutang sapronak yang terjadi di awal. Harga ayam yang dibeli oleh inti dari plasma tsb ditentukan dengan nama Harga Garansi ayam sesuai dengan nilai kerjasama yang di ttd di awal. Ada juga perusahaan inti yang memberikan kompensasi selisih harga bila ternyata harga riil di pasaran melebihi dari Harga Garansi ayam yang disepakati.

      Lalu diakhir proses panen akan dihitung total nilai penjualan ayam dari plasma ke inti dan juga dihitung total nilai hutang plasma dari inti. Selisih nilai perhitungan inilah yang menjadi potensi pendapatan bagi bagi plasma.

      Secara konsep, setiap perusahaan inti memiliki sistem seperti itu namun dalam perkembangannya sistem yang berjalan diperbaiki seiring dengan perkembangan situasi dan kondisi persaingan antar perusahaan inti.

      Bila Pak Yuda sampaikan ada perusahaan di atas yang bergerak juga sebagai perusahaan inti itu silahkan saja, bagi kami “Lini Budidaya Inti – Plasma” bukanlah lahan rejeki bagi kami. Kami bergerak di Industri Penyediaan Sapronak. Kami menyediakan sapronak untuk kebutuhan para Customer (Agen). Perihal mereka selanjutnya akan dipolakan dengan model bermitra atau dibudidaya sendiri itu silahkan saja.

      Perusahaan kami tidak berusaha terlalu jauh masuk dalam “Lini Budidaya Komersial” yang sudah menjadi lahan rejeki pebisnis lain.

      Kira-kira itu sudut pandang kami Pak Yuda,

      Terima kasih.

  3. pugerangondangmojokerto
    July 11, 2011 at 2:52 PM

    Wahh jadi sibuk beberapa hari ya Pak Haris,
    Pak untuk menjadi plasma di Pokphan bagaimana caranya,
    Ada Letter of itens juga ya Pak saya pingin tahu jika pak Jari tidak keberatan untuk jadi bahan pertimbangan, sebelum terjun

    Terima kasih Pak Haris

    Salam unggas untuk Indonesia

    • July 11, 2011 at 4:02 PM

      Dear Bapak,

      Terima kasih comment-nya.
      Sebelumnya saya koreksi bahwa tidak benar bila dikatakan bahwa Pokphand memiliki kemitraan. Posisi Pokphand adalah produsen pakan ternak yang dijual kepada customer (agen), persoalan bahwa customer (agen) tersebut selanjutnya di-mitra-kan ke plasma itu persoalan lain. Pada posisi itu sudah di luar dari kewenangan Pokphand.

      Bila-pun di lapangan ditemukan ada kemitraan yang menggunakan sapronak dari Pokphand itu dikelola oleh customer (agen) tersebut.

      Terkait dengan pertanyaan Bapak tentang menjadi plasma, maka usul saya adalah Bapak bisa langsung kontak pada si penyelenggara kemitraan tersebut. Secara umum setiap penyelenggara kemitraan memiliki system dan prosedur yang berbeda. Tiap-tiap mereka memiliki proposal dan surat perjanjian kerjasama sendiri. Detail untuk itu maka sebaiknya langsung menghubungi mereka.

      Kira-kira itu yang dapat saya tanggapi,

      Terima kasih.

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: