Home > Bisnis Perunggasan, Broiler, Performance > “Baby Chick Feeder” : Alternatif lain menekan BEP

“Baby Chick Feeder” : Alternatif lain menekan BEP

“Baby Chick Feeder” : Alternatif lain menekan BEP

Oleh : Sopyan Haris *

Estimasi baca : 5 menit

Kreatifitas adalah “menu” yang tidak boleh hilang dalam persaingan dalam bisnis apapun. Tak terkecuali dalam Budidaya Ayam Broiler maupun Ayam Petelur.

Di tengah persaingan usaha yang semakin ketat dalam Budidaya Ayam Broiler, usaha menekan biaya produksi merupakan salah satu faktor yang tidak boleh diabaikan. Dan telah disadari bersama bahwa lebih dari 70% biaya produksi dipengaruhi oleh harga pakan. Sayangnya masih selalu terjadi pemborosan pakan akibat pakan yang tumpah atau pakan yang kotor akibat tercampur dengan litter maupun kotoran.

Selama masa brooding, tanpa disadari bahwa pakan yang terbuang akibat pakan kotor tercampur litter dan kotoran merupakan faktor yang sangat mempengaruhi performance akhir broiler. Andaipun tercatat pakan yang dihabiskan dalam 7 hari pertama adalah 190gr/ekor, tetapi pada kenyataannya lebih dari 10% adalah terbuang. Bila 190gr tersebut benar-benar dikonsumsi ayam maka berat badan umur 7 hari akan sangat baik dan performance akhir panen mendapat FCR dan IP yang bagus.

Alat di bawah ini mungkin dapat membantu Anda untuk menekan biaya produksi dengan tetap mendapatkan performance produksi yang maksimal.

“Baby Chick Feeder” (BCF) adalah kreatifitas baru pengembangan dari “Feeder Tray” (FT) yang digunakan pada masa brooding atau maksimal selama 15 hari. Dengan BCF pakan tetap dalam keadaan bersih tidak tercampur litter maupun kotoran ayam selama masa brooding karena ayam tidak masuk ke dalam BCF. Berbeda dengan FT dimana ayam dapat masuk dan kaki-nya menginjak serta korak-korek pakan sehingga banyak pakan yang terbuang.

Dari percobaan sederhana di lapangan, penggunaan BCF di DOC Broiler ternyata mampu menekan pakan terbuang hingga 30gr/ekor dengan berat badan umur 7 hari maupun hasil panen yang sangat bagus. Bila kita asumsikan bahwa harga pakan komplit starter broiler Rp. 5.000,-/kg, maka artinya terjadi penurunan BEP Broiler sebesar Rp. 150,-/ekor panen. Penurunan BEP ini dalam 2 siklus pemeliharaan mampu mengembalikan biaya pembelian BCF karena 1 BCF dapat digunakan untuk 50 ekor DOC.

Penghematan pakan sebesar 30gr/ekor tentu akan berpengaruh pada penurunan FCR sekaligus peningkatan IP dan ini akan mempengaruhi insentif performance bagi peternak maupun bagi petugas lapangan khususnya di pola kemitraan inti-plasma broiler. Memang perlu dikaji lebih lanjut besaran selisih pakan, FCR maupun IP ini pada beberapa kondisi yang berbeda. Namun demikian pengaruh penting yang tidak langsung terlihat adalah bahwa bagusnya pencapaian berat badan umur 7 hari akan berkorelasi positif terhadap immunitas, konformasi tubuh yang akan menyebabkan rendahnya % kematian (% mortalitas), tingginya total panen, rendahnya FCR dan akhirnya adalah tingginya IP (Index Performance).

Persoalan harga akhir panen broiler yang rendah atau tinggi di banding BEP itu merupakan faktor lain yang berbeda topik diskusinya. Pada tingkat budidaya, fokus aktifitas adalah berusaha untuk menghasilkan produktifitas yang maksimal sesuai dengan target performance STD.

Semoga artikel di atas mampu memberikan sudut pandang berbeda.

* Sopyan Haris adalah seorang Konsultan Bisnis dan Budidaya Perunggasan. Sejak tahun 2004 hingga sekarang masih menjadi bagian dalam perusahaan perunggasan.

Sumber foto : Courtesy Bapak Siswanto
Ditulis dari Banyuwangi 10 Sept 2011 : 19.15 WIB.

 

Posted by. Sopyan Haris
with WordPress for Iyan’s JaveBerry.

  1. andibasosawedy
    November 17, 2014 at 8:53 PM

    Postingngan bapak Rivi sanhat bagus untuk referensi.

  2. January 27, 2012 at 6:13 PM

    Sore, saya sangat senang dan kagum dengan penjelasan penjelasan yang anda paparkan di blog ini, penjelasan anda sangat membantu saya yang notaben nya pemula (baru 9 hari mengenal peternakan ayam). Di era persaingan seperti saat ini sangat sulit saya temukan orang berilmu yang tidak pelit atau setengah2 dalam membagi ilmu nya.
    Begitu banyak pertanyaan yang ingin saya diskusikan dengan anda. Mungkin anda bekenan memberitahu YM anda ?

    FYI : mungkin saya akan mulai ternak awal maret ini.dengan system kemitraan. untuk saat ini sedang sibuk analisa tentang ayam boiler.

    Oh ya, saya membutuhkan artikel mengenai perMITRAaan secara detail. atau mungkin anda belum mengulas nya yah ? hanya 1 artikel tentang pakan terinvoice tampak nya ya.

    saya minta pendapat anda tentang analisa saya yg saya buat di forum tetangga.
    berikut analisa kecil saya :

    Kalau dari analisa ane 6-7 hari ini gan, untuk sistem makloon memang OKE, dengan syarat kita mempunyai kandang dan lahan sendiri gan, Dengan makloon sudah jelas patokan yang kita akan dapat berapa Rp. dan tidak pusing juga dengan ketakutan akan mati nya berapa makannya gimana dll. << Karena untuk kandang dan lahan ane ngga punya. Jadi ? sistem makloon sepertinya dilewat dulu.

    Untuk sistem kontrak harga, setelah ane baca dan ane cari tau dari 2 kontrak tersebut, rata2 para perternak yang mungkin merugi akibat sistem mitra seperti ini diakibatkan karena :

    1. DOC yang sudah di tentukan oleh PT
    2. Pakan yang sudah ditentukan oleh PT

    Nah setelah ane telusuri lagi gan beberapa faktor yang menurut ane penting hasil ahir ayam nantinya :

    1. Anak kandang jujur & bekerja secara aktif
    2. DOC yang bagus
    3. Pakan yang bagus
    4. Kandang yang sesuai standart

    Banyak kasus anak kandang sudah oke, kandang sudah memadai, tapi hasil ahir ayam kita secara tidak langsung sudah di minimalkan untuk hasil ahir oleh PT, KENAPA ? karena ternyata terkadang PT memberi Pakan dan DOC yang memang kurang baik. jadi semaksimal apapun usaha kita tetap saja bobot ahir ayam tidak bisa sesuai dengan yang kita inginkan.

    Beberapa alasan peternak yang tidak lagi / stop untuk bermitra :
    1. Target berat ayam hanya sedikit atau bahkan dibawah dari patokan harga / bobot yang sudah ditentukan PT
    2. Kematian ayam

    2 hal diatas itu saya rasa bisa jadi memang bisa terjadi karena kesalahan dari mitra tersebut sendiri. (apa bila kita rasa anak kandang & kandang sudah cukup bagus)

    Bukan maksud untuk negative thinking yah

    Ane ambil kesimpulan gini gan :

    JIKA ingin bermitra :
    1. Kita harus cari mitra dimana Pakan, DOC, Vaksin nya bisa kita tentukan atau mungkin kita mix atau mitra menyediakan beberapa pilihan diluar dari merek pakan / doc yang sudah ditentukan dalam perjanjian.
    2. Minta list harga pakan, doc vaksin apa yang mitra berikan, kemudian hitung harga dari mitra dengan harga pasar Selisih berapa harga sapornak tersebut.

    nb : bener kan sapornak

    Nah kalau kita dapat harga selisih yang ternyata BESAR, kemarin saya coba hitung selisih nya ada yg sampai Rp. 1000 /Kg pakan. Wow ini besar juga.
    Karena dengan selisih yang besar tersebut otomatis mitra sudah ambil keuntungan yang lumayan BESAR sebelum kita mulai. bisa saja kedepannya mereka memang memberikan sapornak yang sedikit kurang baik karena menimbang sudah dapat UNTUNG << kalau gini kasus nya otomatis PLASMA sangat dirugikan..

    Siang ini ane mau coba berkunjung ke 2 Mitra lagi untuk cari tau mengenai harga selisih, ane pengen cari yang TERKECIL selisihnya, KENAPA ? menurut ane kl mitra dari awal cuman ambil sedikit keuntungan dari harga sapornak otomatis kedepannya mereka memantau dengan tujuan agar hasil ahir ayam bisa diatas rata2 jadi istilahnya ada beban sendiri untuk mitra tersebut.

    Nah makin panjang makin bingung ane nulis apa ini

    ane bingung soal nya gan, KENAPA kok orang2 sedikit sekali yang mau bermitra di wilayah yang akan saya coba untuk ternak, rata-rata mereka enggan untuk bermitra banyak yang bilang RUGI << Saya jg masi bingung Rugi disini karena mereka kurang teliti dalam memahami kontrak atau memang benar2 kurang mengungtungkan untuk bermitra.

    Mungkin ada agan2 disini yang punya pengalaman GAGAL BERMITRA ? tolong sangat share nya gan.. seorang newbie yang baru tau peternakan ingin coba terjun soalnya nih

    Atau mungkin ada peternak dari bandung yang berhasil dengan sistem mitra kontrak harga, boleh donk kita ketemua buat share bareng2

    Masukan dari anda sangat saya butuhkan, terimakasih untuk bantuannya ^^

    • January 27, 2012 at 8:19 PM

      Dear Bapak

      Terima kasih atas kunjungan dan apresiasinya thd BLOG Perunggasan Indonesia. Saya sekedar berbagi sebatas yang saya mampu. Semoga itu memberi sedikit manfaat buat pembaca BLOG.

      Dunia “kemitraan” bukanlah dunia “rahasia”, semua informasi sudah terbuka secara terang benderang, tinggal kepada siapa diskusi tersebut dilakukan.

      Sebatas yang saya ketahui, saya terbuka untuk diskusi pada batas-batas yang dapat saya lakukan.

      Silahkan berdiskusi lewat email maupun YM. YM saya “sopyanharis_97”.

      Terima kasih.

  1. December 31, 2012 at 11:33 AM

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: