Home > Bisnis Perunggasan, Closed House, Layer, Performance > Excellent Performance Ayam Petelur di Kandang Closed House

Excellent Performance Ayam Petelur di Kandang Closed House

Excellent Performance Ayam Petelur di Kandang Closed House

Oleh : Sopyan Haris *

Estimasi baca : 5 menit.

Surabaya, 7 September 2011 | Performance ayam petelur di salah satu Closed House di Jawa telah selesai di analisa dalam 1 siklus produksi sejak umur 20 hingga 80 minggu. Produktifitas tersebut adalah actual dan “fresh from the oven” karena baru saja mencapai umur 80 minggu di bulan Juni 2011 yang lalu.

Tanpa menyebut nama farm, lokasi maupun spesifikasi sapronak yang digunakan, saya coba review gambaran performance tersebut sebagai salah satu bahan untuk kembali mendorong Anda sebagai pengusaha ayam petelur untuk semakin memantapkan hati segera beralih ke Closed House.

Uraian hasil analisa tersebut saya rangkum dalam format kultwit di time line akun twitter @sopyanharis

Selamat membaca.

—————————–

1.
#Actual : Telah dianalisa performance produktifitas ayam petelur di kandang Closed House.

2.
#Actual : Lokasi farm Closed House berada di pulau Jawa dan farm di bawah bimbingan perusahaan penyedia sapronak.

3.
#Actual : Analisa performance dilakukan dengan rentang umur 20 hingga 80 minggu berdasarkan tanggal DOC in saat rearing.

4.
#Actual : Komparasi performance dibandingkan dengan STD salah satu strain ayam komersial yang ada di Indonesia.

5.
#Actual : Pullet berasal dari salah satu perusahaan penyedia bibit ayam siap telur yang ada di Pulau Jawa yang ditransfer pada umur 16 minggu.

6.
#Actual : Pakan menggunakan pakan komplit sesuai dengan kebutuhan nutrisi tiap fase umurnya. Sejak umur Grower, Early Production, Peak Production dan End Production.

7.
#Actual : Pakan tersebut telah dirancang sesuai dengan tipikal ayam petelur di daerah tropis dengan prinsip “Cafetaria Feeding”.

8.
#Actual : Pemberian pakan bukan “ad-libitum” melainkan dibatasi sesuai dengan “guide” dari strain komersial yang maksimal hanya 115 hingga 117 gr/ekor/hari.

9.
#Actual : Pemberian air minum dilakukan secara “ad-libitum” menggunakan nipple dan saat revaksinasi ND+IB menggunakan paralon di bawah nipple.

10.
#Actual : Secara kumulatif, tiap ekor ayam tsb mampu berproduksi telur sebanyak 336 butir setara dg 21,3 kg telur dengan konsumsi pakan 47,2 kg, dan kematian 3,57% (umur 20-80 WOA).

11.
#Actual : Padahal STD-nya adalah 350 butir setara dengan 22,1 kg telur dengan konsumsi pakan 47,4kg , dan kematian 6,8% (umur 20-80 WOA).

12.
#Actual : Sehingga FCR kumulatifnya adalah 2,21 vs. 2,14 STD-nya. Sebuah pencapaian yang excellent.

13.
#Actual : Bahkan produksi telur HH yang mencapai 336 butir setara dg 21,3 kg telur adl sebuah pencapaian yang luar biasa mengingat itu terjadi pada populasi sebanyak 15rb ekor.

14.
#Actual : Tingginya produktifitas ini akibat rendahnya tingkat kematian dan stabilitas produksi yang baik.

15.
#Actual : Rendahnya kematian dan stabilnya produktifitas ini akibat kondisi “micro climate” Closed House Layer yang mendekati “Comfort Zone” bagi ayam.

16.
#Actual : Tingginya produktifitas dan rendahnya FCR Layer di Closed House otomatis menekan Cost Produksi per kg telur.

17.
#Actual : Rendahnya Cost Produksi telur akan menjaga resistensi thdp gejolak harga jual telur yang kadang terjadi.

18.
#Actual : Tingginya investasi dan Operasioanl Listrik kandang Closed House terkompensasi dengan tingginya produktifitas ayamnya.

19.
#Actual : Bila Anda “fair” menggunakan prinsip Study Kelayakan Proyek, maka Closed House Layer adalah pilihan yang tepat.

20.
#Actual : Tingginya investasi awal kandang Closed House sebetulnya berkontribusi kecil pada per unit telur yang dihasilkan karena umur pakai kandang yang sangat panjang.

21.
#Actual : Jangan sampai poin 20 tsb menutupi potensi profit yang sangat mungkin Anda raih di masa depan.

22.
#Actual : Bicara profit and loses Closed House Layer sebaiknya menggunakan prinsip Study Kelayakan Proyek dengan melibatkan variabel-variabel di dalamnya (NPV, BCR, IRR, Pay Back Period).

23.
#Actual : Dengan prinsip Study Kelayakan Proyek maka Closed House Layer akan “feasible” dalam sudut pandang Perbankan sebagai sebuah aktivitas investasi yang menguntungkan.

24.
#Actual : Akhirnya harus kita katakan “Selamat Datang Closed House Layer di Indonesia”.

——————————

Demikian kultwit Actual Performance Ayam Petelur di Kandang Closed House di mention @sopyanharis

* Sopyan Haris adalah seorang Konsultan Bisnis dan Budidaya Perunggasan. Sejak tahun 2004 hingga sekarang masih menjadi bagian dalam perusahaan perunggasan.

Untuk selalu mengetahui hal baru dalam Dunia Perunggasan Indonesia Anda dapat follow twitter @sopyanharis

Terima kasih, selamat malam.

07 Sept 2011 : 21.45 WIB

Posted by. Sopyan Haris
with WordPress for Iyan’s JaveBerry.

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: