Home > Bisnis Perunggasan, Broiler > Bagaimana Membangkitkan Segmen Pasar Broiler

Bagaimana Membangkitkan Segmen Pasar Broiler

Bagaimana Membangkitkan Segmen Pasar Broiler *

Oleh : Sopyan Haris **

(Estimasi baca 8 menit).

Beberapa hari lalu, sebuah pertanyaan dari salah satu kolega saya tiba-tiba muncul di layar Yahoo Mesanger yang isinya adalah “Mas, bagaimana membangkitkan segmen broiler pasca lebaran?”

Broiler.jpg

Saya berfikir sejenak sambil bertanya, mengapa tiba-tiba pertanyaan tersebut muncul ? Dan mengapa pertanyaan tersebut diajukan kepada saya ?

Karena kebetulan saya cukup akrab dengan beliau maka saya-pun “ceplas-ceplos nyerocos” menjawab apa yang saat itu saya pikirkan untuk sekedar berdiskusi dengan kolega saya tersebut. Maaf, demi sebuah etika, saya tidak mencantumkan nama asli dari kolega saya tetapi isi diskusi singkat tersebut saya tampilkan secara utuh.

Tujuan saya adalah berbagi untuk sama-sama berfikir menjawab pertanyaan seperti yang kolega saya ajukan. Berikut isi lengkap diskusi pada layar Yahoo Messanger tersebut.

——————————

Participants:
————-
Sopyan, Mr. X

Messages:
———
Mr. X: Mas, bagaimana membangkitkan segmen broiler pasca lebaran?

sopyan: Loch bukannya sdh “dibangkitkan” Pak ?? Populasinya, katanya dari dibawah 30juta/wk sdh dibangkitkan ke 35juta/wk..

sopyan: Tapi end user masih blm didorong untuk beli ayam.

sopyan: Kalo suatu saat bila cara makan ayam cukup dengan REG spasi KENYANG mgkin jualan ayam sangat mudah

Mr. X: tersenyum Mode ON

Mr. X: Hidup pulsa hp, hidup adira, FIF, dan rokok (sambil meringis Mode ON)

sopyan: Hidup pulsa hp, hidup adira, FIF, dan rokok=(( <<< ya mereka juga Industri yang ingin hidup dan bertahan Pak. Salah-nya kita adalah tidak siap dengan modernitas manusia modern jaman social media seperti saat ini.

sopyan: Protein hewani berhubungan dengan kecerdasan bangsa = itu adl sekedar jargon peniup bisnis perunggasan, tapi kita tidak siap melawan musuh yang mengambil sebagian uang masyarakat kita ke non-protein hewani

sopyan: Industri dairy product adl contoh industri yang berhasil “memasukkan” mindset bahwa susu penting untuk pertumbuhan

sopyan: Kalo telur dan ayam masih menghadapi musuh para ahli gizi “keblinger” yang bilang kolesterol/jantung koroner dll

Mr. X: (Tersenyum) good idea Sir

sopyan: Para stakeholder perunggasan isinya hanya berantem antar kepentingan. Ketika pasar sdh macet baru dech ada lontaran kampanye gizi.

Mr. X: Potong generasi mas, kampanye di sekolah wae

sopyan: Menurut saya, kampanye gizi tdk bisa dilakukan sporadis hanya saat momen tertentu. Perlu dilakukan kontinyu sepanjang waktu, agar masyarakat selalu ingat bahwa sehat dan cerdas itu penting buat masa depan bangsa

sopyan: Dairy product berani iklan setiap saat di TV, Radio, Majalah, Koran DLL karena mereka punya niat jualan “brand”-nya bukan jualan “susu”nya

Mr. X: Ngomong ke Mr.Z aja mas, program CSR ditingkatkan. Ojo pengembangan tok,

sopyan: Di unggas : breeding, supplier vaksin, feedmill terlalu jauh berhubungan dengan konsumsi ayam dan telur. Jadi mereka “masa bodo amat” dengan macet-nya pasar

sopyan: Di unggas butuh org-org Public Relation yang bisa masuk ke berbagai lini masyarakat tanpa ada niat mementingkan satu kelompok (breeder, feedmill, atau obat vaksin), tujuannya adl tulus untuk menyiapkan Generasi Emas Indonesia

sopyan: Di twitter ada kelompok @IDBerkebun yang dlm wkt cepat aktivitasnya sdh menyebar ke berbagai wilayah di Indonesia. Sifatnya non profit.

sopyan: Tapi blm ada @IDBeternak atau @Egg4Health atau-pun @Egg4Smart dan sejenisnya

sopyan: Org-org perunggasan rata-rata gaptek karena hanya fokus pada urusan beternak aja dan kurang tanggap dengan trend manusia modern. Padahal strain ayam-nya sdh ayam modern…

sopyan: Hahahaha maaf pak Mr. X, itu adalah bentuk kegalauan saya selama ini. Jangan diambil hati, itu juga bentuk ejekan kepada diri saya sendiri kok

Mr. X: Lho ini kasunyatan mas

sopyan: Kasunyatan apa pak ??

Mr.X: Kasunyatan kalau kita2 ini yg sdh berpengalaman kerja lama tdk mau mengup grade diri.

——————————

Demikianlah diskusi singkat kami yang mungkin juga belum menemukan solusi praktisnya.

Bagaimana pandangan Anda, saya yakin Anda juga punya sudut pandang sendiri. Mari berikan komentar di bawah ini untuk saling berdiskusi.

=============================
Bagi Anda yang ingin sharing posting di BLOG Perunggasan Indonesia, silahkan kirimkan artikel Anda ke email SopyanHaris97@gmail.com . Mengutip motto @AkademiBerbagi bahwa “Berbagi Bikin Happy”

* Adalah Summary kegalauan di moment “Post Lebaran Syndrome”

** Seorang Konsultan Bisnis dan Teknis Perunggasan, tinggal di Jawa Timur.

Salam dari Jatim, 23 Sept 2011, 05.30 WIB

Posted by. Sopyan Haris
with WordPress for Iyan’s JaveBerry.

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: