Home > Bisnis Perunggasan, Layer, Performance > Membangun Database “Performance Ayam Layer” ONLINE

Membangun Database “Performance Ayam Layer” ONLINE

Komputerisasi Sistem Rekording Ayam Petelur [1])

“Apa yang bisa dilakukan computer untuk membantu bisnis ayam petelur kita?” adalah sebuah pertanyaan yang keliru. Pertanyaan yang benar adalah “Apa yang bisa kita lakukan agar computer dapat lebih efektif membantu bisnis ayam petelur kita?”

Oleh: Sopyan Haris, S.Pt. [2])

Membaca artikel dari Ir. Mochtar Hasyim beberapa waktu lalu di Majalah POULTRY INDONESIA yang berjudul “Urgensi Recording Pada Ayam Petelur”, memang sudah sepantasnya saat ini pengusaha ayam petelur di Indonesia mulai mengoptimalkan peran computer untuk membantu mempercepat kalkulasi data performance farm, sehingga bila suatu ketika terjadi “goncangan” performance produksi maka akan segera diketahui untuk selanjutnya dapat dicari sumber masalahnya.

Selain itu akurasi dan kecepatan kalkulasi pendataan produksi sangat membantu pengusaha farm ayam petelur untuk mendapatkan gambaran produksi sebagai bahan pertimbangan saat membuat keputusan-keputusan penting. Artikel berikut semoga dapat menjadi bahan pencerahan bagi kita semua.

 

Menggunakan Komputer v.s. Komputerisasi

Banyak pengusaha ayam petelur di Indonesia sekarang ini yang menggunakan computer untuk membantu mempermudah pekerjaan. Sebagai contoh, pengusaha ayam petelur menggunakan computer untuk mencatat data produksi, penggunaan pakan, mencatat jumlah kematian maupun mencatat program manajemen yang dilaksanakan pada tiap kandang.

Sementara ini pencatatan dilakukan menggunakan computer, tetapi model kerja yang dilakukan masih secara manual. Artinya, pengusaha ayam petelur tersebut masih perlu melakukan perhitungan dengan memasukkan rumus maupun menampilkan grafik secara manual. Dengan model seperti itu maka pengusaha hanya dapat membuat ringkasan performance produksi mingguan maupun performance akhir dari 1 rekording. Tetapi pengusaha akan mengalami kesulitan bila ternyata jumlah kandangnya banyak. Selain itu jumlah farmnya juga lebih dari 1 lokasi dengan lebih dari 1 umur produksi tiap farm tersebut.

Sebagai gambaran silahkan melihat ilustrasi sebagai berikut :

 

Dari ilustrasi diatas nampak bahwa CV Telur Emas memiliki 4 lokasi farm dengan 3 umur produksi dari masing-masing farm tersebut. Tiap umur produksi dari masing-masing farm (1 Flock) terbagi dalam 15 kandang yang masing-masing berisi sebanyak 2000 ekor ayam petelur.

Andaikan saya adalah pemilik CV Telur Emas tersebut, tentu saya ingin dengan cepat mengetahui berapa total produksi telur (kg dan butir) dari tiap farm A, B, C sampai D. Di saat yang bersamaan itu, saya juga tentu ingin dengan cepat mengetahui berapa total pakan yang saya berikan pada tiap farm A, B, C sampai D. Bahkan saya juga ingin mengetahui lebih detail, data dari masing-masing kandang dari tiap umur di tiap-tiap farm A, B, C sampai D.

Yang paling cepat ingin didapatkan oleh pengusaha ayam petelur biasanya adalah berapa sebetulnya cost produksi saya hari ini, minggu ini, atau bulan ini. Dengan model yang tidak komputerisasi, rasanya akan sulit bagi saya untuk mendapatkan data seperti yang saya kehendaki.

Saya akan mengalami kesulitan untuk mengetahui dengan cepat semua data pada hari ini, seminggu terakhir ini, sebulan terakhir ini bahkan setahun terakhir ini. Kesemua kesulitan itu akan selalu saya hadapi bila saya tidak memiliki system pencatatan dan system pentabulasian data yang baik.

Saya rasa kesulitan yang saya hadapi dirasakan juga oleh pengusaha lain. Barangkali ada banyak yang sudah menggunakan computer, tetapi mungkin belum banyak yang sudah komputerisasi. Komputerisasi jangan dulu diartikan segala sesuatunya dilakukan oleh computer. Tapi menjadikan computer lebih berdaya guna untuk membantu menyelesaikan pekerjaan manusia itu saja sudah dikatakan komputerisasi.

Database

Bila diurai lebih jauh tentang kesulitas yang dihadapi oleh CV Telur Emas di atas, sebetulnya inti solusinya adalah bagaimana membuat semua data harian yang sudah tercatat itu menjadi data yang sangat mudah untuk diakses, ditampilkan, dianalisa dan dibuat kesimpulan.

Untuk model yang sangat simple, kesemua data harian tersebut dapat ditabulasi menggunakan system Pivot pada Microsoft Excel. Dengan system Pivot, dapat ditampilkan data berdasarkan variable apa yang dikehendaki. Angka yang ditampilkan dapat berupa rata-rata, jumlah data ataupun kategori lainnya.

Untuk model yang lebih lengkap, kesemua data harian tersebut dapat ditabulasikan menggunakan system database. Sistem database yang sederhana dapat menggunakan Microsoft Access. Untuk system database yang lebih kompleks dan bersifat online, dapat menggunakan MySQL dan PHP maupun bahasa pemrogaman lainnya. Namun pada dataran ini, kita memerlukan seorang yang benar-benar mumpuni dengan bahasa pemrograman ini.

Second Generation v.s. computer

Umumnya pengusaha ayam petelur skala besar saat ini sudah ditangani oleh generasi kedua yang melanjutkan bisnis dari usaha yang telah dirintis oleh orang tuanya. Generasi usia 30an tahun saat ini  mendominasi bisnis peternakan ayam petelur. Generasi ini lahir di sekitar tahun 70-an yang ketika sekolah atau kuliah sudah tidak asing lagi dengan computer.

Kalimat yang menyatakan “Apa yang bisa dilakukan computer untuk membantu layer bisnis kita?” adalah sebuah pertanyaan yang keliru. Pertanyaan yang benar adalah “Apa yang bisa kita lakukan agar computer dapat lebih efektif membantu bisnis ayam petelur kita?”

Membangun Database Performance Ayam Layer ONLINE

Perkembangan komputer yang sangat pesat akhir-akhir ini, memungkinkan kita untuk memanfaatkan teknologi komputer untuk berbagai bidang kehidupan. Tidak terkecuali bagi pengusaha ayam petelur.

Seperti yang sudah diuraikan di atas, memungkinkan sekali kita membuat Database Performance Ayam Layer secara ONLINE. Dari pengalaman penulis mempelajari bahasa pemrogramman, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan. Langkah – langkah tersebut adalah :

#Langkah 1.

Pada langkah pertama ini perlu dirancang kebutuhan tabel-tabel yang dibutuhkan. Selanjutnya tabel-tabel tersebut sedemikian rupa dibuatkan relasi agar masing-masing tabel bisa saling berkaitan dan memberikan akurasi yang baik. Konsep RDBMS (Relationship Data Base Management System) mendasari langkah ini.

#Langkah 2.

Pembuatan stuktur database. Pada database ini tersusun atas tabel-tabel sesuai dengan rancangan pada langkah 1. Pembuatan database ini dapat menggunakan MySQL.

#Langkah 3.

Pembuatan kode pemrogramman untuk bisa mengeksekusi proses INPUt dan OUTPUT dari database yang telah disusun. Pembuatan kode pemrograman ini bisa menggunakan PHP.

#Langkah 4.

Updating data-data offline ke dalam tabel-tabel yang telah disusun di langkah 2. Proses updating ini bertujuan agar data-data yang selama ini dilakukan secara offline dapat bersambung dengan data yang sedang berjalan maupun data yang akan datang.

#Langkah 5.

Simulasi database online di PC. Dengan memanfaatkan server localhost//, hasil dari keempat langkah sebelumnya dapat disimulasi untuk mengetahui sejauh mana program database online bisa berjalan.

#Langkah 6.

Bila dirasa langkah 5 sudah cukup memberikan hasil, maka proses selanjutnya adalah upload database dan kode program ke server sesuai dengan domain dan hosting yang kita miliki.

MySQL dan PHP merupakan kombinasi database dan bahasa pemrogramman yang free dan cukup powerfull untuk digunakan secara online. Konsep yang saya tawarkan merupakan salah satu pemikiran mengoptimalkan opensource untuk mendukung perkembangan bisnis ayam petelur di Indonesia.

Kembali pada contoh CV. Telur Emas di atas. Saat “Program Database Performance Ayam Petelur Online” sudah berjalan secara optimal, maka si pemilik farm dapat memonitor perkembangan produktifitas ayam miliknya melalui layar komputer melalui browser dengan mengetik alamat URL sesuai dengan nama domainnya.

Pemilik farm dapat mengetahui sejauh mana performance dari masing-masing farm yang dimiliki bahkan dapat dibreakdown dari masing-masing unit kandangnya.

Agar performance merupakan data valid harian, maka proses input data primer (data mentah) dilakukan oleh tiap-tiap farm setiap hari. Sehingga bila indikator performance memberikan sinyal “warning” maka pemilik farm maupun manajer farm dapat segera melakukan evaluasi.


 

[1] Artikel telah dipublikasi di Majalah POULTRY INDONESIA

[2] Konsultan Bisnis dan Teknis Perunggasan tinggal di Jawa Timur

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: