Home > Layer, Performance > Bagaimana Membuat Pullet yang Berkualitas Untuk Memaksimalkan Performance dan Profit Ayam Petelur ?? – bagian 1

Bagaimana Membuat Pullet yang Berkualitas Untuk Memaksimalkan Performance dan Profit Ayam Petelur ?? – bagian 1

Bagaimana Membuat Pullet yang Berkualitas Untuk Memaksimalkan Performance dan Profit Ayam Petelur ?? – bagian 1 *

Oleh : Sopyan Haris **

(Estimasi baca 8 menit).

PENGANTAR

Kualitas pullet merupakan fondasi dasar untuk mencapai performance ayam petelur yang optimal. Potensi genetik produksi dan profit ayam petelur Anda berawal dari sebuah DOC. Seleksi genetik ayam petelur saat ini mengarah pada karakteristik berat badan yang ringan, umur bertelur 50% lebih awal, rata-rata % produksi yang tinggi dan persisten/stabil serta feed intake (konsumsi pakan) yang rendah. Karakteristik itu tentunya merupakan rumus untuk mencapai profit yang tinggi, tetapi ini membutuhkan kesiapan dari kondisi pullet sebelum bertelur yang harus berkualitas.

Seleksi genetik yang telah terbentuk saat ini membutuhkan dukungan program pemeliharaan yang baik dari Anda untuk memaksimalkan potensi genetik yang ada. Investasi pada kualitas nutrisi, vaksinasi yang optimal dan praktek manajemen pemeliharaan yang baik merupakan hal penting untuk mencapai sukses.

Luasan Hidup (Tingkat Kepadatan)

Bagaimanapun juga dengan persilangan genetik, semua pullet pasti membutuhkan luasan yang cukup untuk mencapai target pertumbuhan berat badan dan keseragamannya. Umumnya kondisi di Indonesia mensyaratkan bahwa pertumbuhan genetik membutuhkan sekitar 650 centimeter persegi per kg pullet. Perhitungan tersebut sekitar 12 ekor/meter persegi dengan maksimal berat pullet 1300 gr/ekor. Bila luasan tersebut kurang atau kandang terlalu padat maka potensi pertumbuhan akan menurun dan pullet tidak seragam (ununiform).

Suhu Dalam Kandang

Rekomendasi suhu brooding berbeda di antara genetik strain ayam petelur komersial. Standar suhu brooding umumnya berkisar 32 – 34 derajat celcius dan menurun 1,5 – 2 derajat per minggunya. Tetapi, biasanya dibutuhkan suhu 35 derajat celcius pada awal pemanasan brooding sebelum ayam tiba di kandang. Sangat penting untuk tetap berpegang pada rekomendasi dari breeder tersebut untuk memaksimalkan potensi performance.

Selama masa pertumbuhan, pullet membutuhkan pakan dengan kualitas baik sesuai kebutuhannya untuk maintenance (seluler, saluran pencernaan dan imunitas kesehatan) dan pertumbuhan. Suhu kandang yang tetap memegang peran penting dalam menentukan berapa jumlah pakan (energi) yang dikonsumsi ayam. Selama cuaca panas, feed intake (konsumsi pakan) akan menurun. Pullet yang agresif akan memiliki nafsu makan yang tinggi dan memiliki kapasitas fisik yang kuat dibanding dengan pullet yang tidak agresif. Pullet yang kecil akan menurun nafsu makannya, dan selama kondisi heat stress akan menurunkan berat badan. Manajemen suhu yang tepat memainkan peranan yang sangat penting untuk meminimkan tantangan ini.

Di Indonesia, secara umum fluktuasi suhu dingin dan panasnya sangat jauh. Saat subuh, suhu terdingin bisa mencapai 23 derajat atau di daerah dataran tinggi bisa mencapai 20 derajat, dan suhu terpanas saat siang hari bisa mencapai 35 bahkan 37 derajat celcius. Upaya jangka panjang untuk bisa menurunkan suhu di dalam kandang (saat cuaca panas siang hari) harus menjadi pilihan yang paling dominan dibanding upaya jangka pendek.

Upaya jangka pendek umumnya hanya bersifat sementara dan bersifat aksi-reaksi. Memanipulasi keseimbangan protein – energi saat cuaca panas ataupun pemberian antistress sering dilakukan sebagai solusi jangka pendek. Solusi jangka panjang bisa diawali dengan mengevaluasi konstruksi dan model perkandangan. Penanaman pohon yang tinggi dan rindang untuk mengurangi potensi sinar ultraviolet yang masuk ke dalam kandang maupun sinar matahari yang menerpa atap kandang juga patut dipertimbangkan.

Mengurangi panas dari matahari yang masuk ke dalam kandang merupakan solusi yang lebih tepat dibanding melakukan upaya penanggulangan ketika suhu dalam kandang sudah terlanjur tinggi.

Lighting Program (Pencahayaan)

Strain ayam petelur modern sangat sensitif terhadap cahaya, oleh karena itu sangat penting untuk menyesuaikan program pencahayaan sesuai dengan perkembangan pertumbuhan pullet dan program stimulasi cahaya sesuai seleksi genetik untuk menyesuaikan dengan market (permintaan pasar) berat telurnya.

Ada 2 faktor dalam program pencahayaan, yaitu faktor intensitas (light intensity) dan faktor durasi (light duration).

Intensitas Pencahayaan
* Umur 1 minggu –> 40 – 50 Lux
* Umur 2 – 17 –> 15 – 20 Lux

Durasi Pencahayaan
* Umur 1 minggu –> 22 – 23 jam
* Umur 2 minggu –> 21 jam
* Selanjutnya kurangi durasi pencahayaan menjadi 10 sampai 12 jam pada umur 9 atau 10 minggu tergantung dari target berat telur yang dikehendaki.

Warna cahaya juga memberi pengaruh pada aktifitas pullet. Di umur awal, sebaiknya pullet mendapat cahaya berwarna putih untuk memberi kesempatan adaptasi dengan tempat pakan dan minum. Selanjutnya cahaya dapat diganti dengan warna hijau/biru untuk memberi suasana tenang hingga umur pre layer.

Berat Badan

Pemantauan berat badan pullet sangat penting manfaatnya. Pencapaian berat badan yang tepat di umur 4 minggu minimal 290 gr/ekor sangat penting untuk memastikan apakah program pemeliharaan sudah sesuai (on the track). Pullet sangat cepat tumbuh hingga umur 6 minggu awal, sehingga membutuhkan level protein tinggi dan energi untuk pertumbuhan organ seperti jantung, hati dan ginjal. Dalam 6 minggu berat badan pullet mencapai 37% dari total berat badan dan umur 12 minggu bertambah menjadi 78% dari berat badan pullet umur 16 minggu sebesar 1300 gr/ekor.

Berat badan yang tepat pada umur 6 minggu berkorelasi positif dengan dengan performance produksi saat bertelur (laying periode). Pullet yang berat badannya tepat atau lebih pada umur 6 minggu umumnya berproduksi sangat baik saat bertelur. Perkembangan kerangka mencapai 95% hingga pullet umur 12 minggu. Jadi penting dilakukan monitoring berat badan tidak hanya untuk mengetahui pencapaian berat badan tetapi juga untuk penyesuaian program nutrisi dan pemeliharaan yang sesuai.

Nutrisi

…. bersambung di – bagian 2

==============================

Bila Anda berkeinginan untuk saling berbagi ilmu dan pengalaman bisnis perunggasan, maka di sinilah tempatnya. Kirimkan artikel Anda melalui email sopyanharis97@gmail.com dan akan diposting di BLOG Perunggasan Indonesia ini.

Mengutip motto dari @AkademiBerbagi bahwa “BERBAGI BIKIN HAPPY”. Jangan lupa follow @SopyanHaris di http://www.twitter.com untuk selalu terhubung bersama mengkampanye protein hewani untuk menuju Indonesia Setara.

——————————

* Disarikan dari pengalaman teknis penulis dan rujukan beberapa referensi

** Sastrawan Perunggasan, kini tinggal di Samarinda

Ditulis 09-10-11, 19:39 WITA

Posted by. Sopyan Haris
with WordPress for Iyan’s JaveBerry.

  1. Jasril '
    January 13, 2016 at 10:42 AM

    pak sopyan mohon info mengenai pakan ayam petelur mulai dari DOC, masa pertumbuhan, dan masa produksi. Karena sangat sulit mencari lengkap, terima kasih sebelumnya pak sopyan

    • March 26, 2016 at 10:43 PM

      Urutannya sbb :
      1. Pakan kode 520s sebanyak 1kg/ekor (1 sd 5 mgg)
      2. Pakan kode 521 sebanyak 1.5kg/ekor (5 sd 10 mgg)
      3. Pakan kode 522 sebanyak 4kg/ekor (10 sd 18 mgg)
      4. Pakan kode 324K sebanyak 54kg/ekor (18 sd 90 mgg).

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: