Home > Layer, Penyakit dan Kesehatan, Performance > Fenomena Kutu (Gurem) Pada Ayam Petelur

Fenomena Kutu (Gurem) Pada Ayam Petelur

Fenomena Kutu (Gurem) Pada Ayam Petelur *

Oleh : Sopyan Haris **

Estimasi Baca : 5 menit.
Banjarbaru, 28 Januari 2012

A. Tentang Kutu / Gurem di Ayam petelur

Tanpa disadari bahwa kutu pada ayam petelur sangat mengganggu aktifitas ayam petelur setiap hari. Adanya kutu ini akan menyebabkan ayam menjadi tidak nyaman.

Saat Anda masuk ke kandang ayam petelur, silahkan perhatikan, bila ayam petelur menggaruk-garuk dengan kepala ke bagian sayap atau tubuhnya, maka hampir pasti banyak kutu di ayam tersebut.

Ambillah ayam tersebut dan silahkan cek di sekitar kloaka, maka akan terlihat kutu/gurem berwarna putih yang sangat kecil di antara kulit dan bulu ekornya.

B. Akibat Kutu/Gurem pada Ayam Petelur

Dampak langsung yang ditimbulkan oleh kutu ini adalah ayam menjadi tidak nyaman dan tidak “konsentrasi” untuk produktifitas. Akibatnya prosentase produksi telur bisa 3 – 5% di bawah standart setiap hari selama ayam masih belum diobati.

Selisih 3 – 5% HD ini dapat dihitung sebagai nilai potensi pendapatan yang akhirnya hilang. Anggapkah selisih hanya 3% dan terjadi selama 20 minggu (karena saran pembasmian kutu dilakukan interval 20 minggu), maka potensi pendapatan Anda yang hilang sebesar Rp. 2.500,-/ekor. Coba bayangkan bila Anda memiliki ayam sebanyak 500.000 ekor maka potensi pendapatan yang hilang akibat kutu pada ayam adalah sebesar Rp. 1.250.000.000,- selama 20 minggu.

C. Bagaimana Menghitung Potensi Kerugian Akibat Kutu ?

Beberapa data menunjukkan bahwa Kutu pada Ayam Petelur dapat menghambat 3% HD dari performance STD-nya. Misal, harusnya produksi 93% tetapi hanya tercapai 90%. Nah selisih 3% HD tersebut dapat kita hitung selama 20 minggu umur produksi dengan asumsi berat telur 60gr/butir.

Pertanyaannya adalah, mana lebih besar antara biaya pengobatan kutu dengan potensi kehilangan produksi ?

Perhitungan dilakukan melalui rumus Egg Mass alias kg/1000 ekor/hari x 7 hari x 20 minggu x harga telur:

3% HD x 60gr/butir = 1,8 kg/1000 ekor = 1,8 gr/ekor

1,8 gr x 7hr x 20mg = 252gr alias 0,25 kg telur hilang.

Asumsi terendah harga telur Rp. 10.000,-/kg,
Maka 0,25 kg x Rp. 10.000,- = Rp. 2500,-

Jadi potensi pendapatan peternak akan hilang sebesar Rp. 2500,-/ekor tiap 20 minggu bila ayam kena kutu. Padahal biaya pengobatan kutu maksimal hanya Rp. 200,-/ekor tiap 20 minggu. Nah, mana yang akan Anda pilih ??

D. Cara Pengobatan Tradisional Saat ini

Pengobatan kutu/gurem sejauh ini dilakukan dengan cara manual (tradisional) melalui penyemprotan atau pencelupan ayam menggunakan campuran larutan yang terdiri dari air + deterjen + (sevin/antipar) + belerang halus.

Cara tersebut dirasakan cukup merepotkan dan membutuhkan banyak waktu dan tenaga. Selain itu sulitnya mendapatkan bubuk belerang membuat kita menjadi malas untuk melakukan pengobatan. Akibatnya tidak jarang para peternak tidak melakukan “semprot kutu” sehingga akhirnya ayam petelur “berkutu”.

E. Cara Pengobatan Terbaru (Modern)

Kini, dengan penemuan obat anti kutu yang dapat dilakukan melalui air minum, maka pengobatan kutu/gurem sangat mudah dilakukan.

Kita tinggal menyediakan bahan, menghitung kebutuhan bahan dan kebutuhan air maka tindakan pengobatan sangat mudah dilakukan. Pengobatan ini dilakukan dengan obat yang kandungan zat aktifnya adalah “ivermectin”.

Ivermectin ini dikenal luas telah digunakan pada hewan ruminansia/non ruminansia besar untuk membasmi kutu melalui injeksi. Kini, ivermectin dapat diaplikasikan juga untuk ayam petelur melalui air minum.

F. Petunjuk Teknis Pengobatan

Petunjuk teknis aplikasi pengobatan tiap 2500 ekor ayam petelur berat badan 2kg/ekor dengan konsumsi pakan 120gr/ekor, asumsi konsumsi air 2,5 x dari konsumsi pakan :

# 1.
Hitung jumlah populasi ayam yang akan diobati, contoh 2500 ekor

# 2.
Hitung berat badan ayam yang akan diobati dengan cara populasi dikali berat rata-rata per ekor. Contoh : 2500ekor x 2kg/ekor = 5000 kg ayam.

# 3.
Hasil perhitungan no.2 dibagi dengan 25kg berat badan tiap 1 mL sehingga akan didapatkan total obat yang dibutuhkan.(Diketahui bahwa dosis ivermectin adalah 0,4mg/kg berat badan sedangkan obat kutu mengandung Ivermectin 10mg/mL obat). Contoh : 5000 kg ayam / 25 kg/mL = 200 mL obat kutu. (2 botol kecil obat kutu ber isi 100mL/botol).

# 4.
Hitung jumlah air yang dibutuhkan. Contoh : 2500 ekor x 120gr/ekor x 2,5 x 3 jam / 12 jam = 187,5 Liter air atau digenapkan menjadi 200 Liter air.

G. Kesimpulan

Kini dengan cara yang praktis dan mudah, kita dapat melakukan pembasmian kutu sekaligus cacing gelang di ayam petelur dengan biaya yang cukup murah.

——————————

BLOG Perunggasan Indonesia mempunyai harapan untuk menjadi Pintu Gerbang Informasi Bisnis Perunggasan di Indonesia. Andapun dapat turut berbagi informasi sebagai kontributor di BLOG tersebut.

Bila Anda berkeinginan untuk saling berbagi ilmu dan pengalaman bisnis perunggasan, maka di sinilah tempatnya. Kirimkan artikel Anda melalui email sopyanharis97@gmail.com dan akan diposting di BLOG Perunggasan Indonesia ini.

Mengutip motto dari @AkademiBerbagi bahwa “BERBAGI BIKIN HAPPY”. Jangan lupa follow @SopyanHaris di http://www.twitter.com untuk selalu terhubung bersama mengkampanye protein hewani untuk menuju Indonesia Emas 2020.

=============================

* Artikel juga telah dipublikasi di Majalan Poultry Indonesia edisi Januari 2012

* Konsultan Bisnis dan Teknis Perunggasan

Posted by. Sopyan Haris
with WordPress for Iyan’s JaveBerry.

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: