Home > Others > Ritual Unik Saat Konsentrasi Menurun

Ritual Unik Saat Konsentrasi Menurun

Ritual Unik Saat Konsentrasi Menurun *

Oleh : Sopyan Haris **

Estimasi Baca : 5 menit.

konsentrasi

Samarinda, 5 Februari 2012. Barangkali ini adalah posting pertama saya yang tidak berkaitan dengan kategori BLOG Perunggasan Indonesia. Hampir setiap saya melakukan posting, selalu saja berhubungan dengan perunggasan, sedangkan posting kali ini bisa jadi berkaitan dengan kegalauan. Sebuah kata yang tiba-tiba saja dalam 5 bulan terakhir menyeruak menjadi kosakata yang masuk dalam Trending Topic di Social Media.

 

Ya, saya memang sedang benar-benar galau. Saya sedang kehilangan konsentrasi pada level yang cukup mengkhawatirkan. Semoga saja setelah posting ini, kegalauan itu segera hilang.Beberapa rekan saya di Jawa maupun Luar Jawa selalu bertanya kepada saya mengapa saya cukup sering menulis sebuah gagasan dan mempublikasi lewat media sosial di BLOG ataupun melalui Majalah Perunggasan ? Bagaimana saya bisa dengan mudah berkonsentrasi ? Itu pandangan yang mereka ungkapkan.

Tetapi sesungguhnya saya menulis artikel atau gagasan saat-saat tertentu dimana tiba-tiba terbesit di pikiran akan sebuah topik. Pun demikian dengan yang terjadi saat ini. Hanya saja, catatan kecil itu saya tulis dalam sebuah note kecil di dalam Gadget dan suatu ketika baru saya edit dan posting.

Seperti saat ini, judul postingan ini muncul begitu saja saat saya sedang menunggu untuk menjadi konsumen di salah satu pangkas rambut. “Mungkin harus pangkas rambut, keramas dan baca Al Qur’an agar konsentrasi saya kembali pulih”, demikian update status saya di Uber Social dan Facebook. Dan saat saya mau pangkas rambut kok tiba-tiba punya ide untuk membuat posting dengan isi seperti yang Anda baca ini.

Ya, dalam beberapa hari ini konsentrasi saya seperti pergi entah ke mana. Dua puluh satu hari menjadi musafir dalam jarak yang tidak dekat mungkin menjadi satu faktor yang cukup menguras energi pikiran saya. Pandangan kosong, sering menguap dan istirahat yang cukup ternyata belum mampu mengembalikan konsentrasi saya seperti dalam garis yang normal. Saya merasa supply oksigen ke otak terasa kurang. Entah logika ini benar atau tidak.

Tidak biasanya saya membuang waktu banyak untuk menonton Televisi, tetapi sore tadi kemunculan Kharisma -seorang anak Autis di Semarang- dalam sebuah acara di Stasiun TV Swasta seperti seolah memberi momentum untuk saya untuk kembali berkonsentrasi.

Ya, saya membutuhkan konsentrasi extra tinggi dalam beberapa waktu terakhir ini. Saya harus menyiapkan serangkaian materi untuk bahan diskusi di Pulau Dewata berkaitan dengan Closed House Ayam Petelur. Penyelenggara memberi waktu kepada saya full sejak pagi hingga sore untuk berbagi segala hal tentang Closed House Ayam Petelur. Byuhhhh… waktu yang cukup lama untuk diskusi dan saya harus menyiapkan bahan yang cukup. Semoga segera tersusun.

Dahulu, saya punya ritual khusus saat konsentrasi sedang buyar. Kala itu saya masih study di Jogja sehingga saya akhirnya memilih meluncur ke menara pandang di Kaliurang untuk melihat Jogja dari ketinggian. Dilanjutkan dengan pangkas rambut dan keramas sebagai ritual ketiga.. Alhasil ritual itu cukup membantu saya berkonsentrasi kembali. Bisa jadi, ritual ini bagi sebagian orang terdengar cukup aneh.

Saat ini, saya belum menemukan lokasi yang cukup nyaman untuk melihat sebuah kota dari ketinggian di tempat yang baru ini sehingga saya mencoba melalui dengan ritual lain. Semoga ritual ini dapat membantu saya kembali berkonsentrasi.

Langkah pertama akan segera dilalui dan langkah kedua hingga ketiga semoga segera saja.

Sekali lagi mohon maaf, konsentrasi saya belum pulih jadi postingannya agar kacau…

——————————

BLOG Perunggasan Indonesia mempunyai harapan untuk menjadi Pintu Gerbang Informasi Bisnis Perunggasan di Indonesia. Andapun dapat turut berbagi informasi sebagai kontributor di BLOG tersebut.

Bila Anda berkeinginan untuk saling berbagi ilmu dan pengalaman bisnis perunggasan, maka di sinilah tempatnya. Kirimkan artikel Anda melalui email sopyanharis97@gmail.com dan akan diposting di BLOG Perunggasan Indonesia ini.

Mengutip motto dari @AkademiBerbagi bahwa “BERBAGI BIKIN HAPPY”. Jangan lupa follow @SopyanHaris di http://www.twitter.com untuk selalu terhubung bersama mengkampanye protein hewani untuk menuju Indonesia Emas 2020.

=============================

* Sebuah suasana galau

** Sastrawan Perunggasan, kini tinggal di Samarinda Kalimantan Timur.

Posted by. Sopyan Haris
with WordPress for Iyan’s JaveBerry.

Categories: Others
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: