Home > Sopyan Haris Bertanya : > Sopyan Haris Bertanya : Masih Perlukah Air Gula Saat Anak Ayam (DOC) Datang ??

Sopyan Haris Bertanya : Masih Perlukah Air Gula Saat Anak Ayam (DOC) Datang ??

Masih Perlukah Air Gula Saat Anak Ayam (DOC) Datang ?? *

Oleh : Sopyan Haris **

Estimasi Baca : 5 menit

(Banjarbaru, 5 May 2012) Sebuah judul yang membutuhkan jawaban dengan mempertimbangkan beberapa sudut pandang. Perlu juga ditelusuri lebih dahulu tentang apa tujuan pemberian air gula saat DOC datang ??.

Gula Merah

Data penelitian yang resmi pernah dipublikasi Oleh Bambang Istijab Karnosuhardjo dari IPB tahun 1981 tentang pengaruh pemberian air gula merah terhadap performance produksi ayam broiler. Perlakuan penambahan air gula diatur dengan beberapa level konsentrasi dari 0%, 5%, 10%, 15% dan 20% selama 36 jam pertama, ternyata hasil penelitian menyimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang nyata pengaruh penambahan air gula merah terhadap performance produksi ayam broiler.

Entah bagaimana dan siapa yang mengawali hingga akhirnya ada saran pemberian air gula 2% pada DOC yang baru tiba di kandang. Beberapa alasan yang diungkapkan adalah :
1. DOC mengalami stress dan dehidrasi selama perjalanan sehingga sampai di kandang dalam kondisi lemas,
2. Air gula dapat membantu mengembalikan cairan tubuh dan memberi energi agar DOC tidak lemas.

Bukan bermaksud untuk membantah saran tersebut, tetapi tindakan itu patut dievaluasi kembali. Benarkah pemberian air gula dapat menyelesaikan dua permasalahan di atas ??

Kita mengetahui memang ada potensi stress dan dehidrasi dari DOC selama perjalanan dari hatchery hingga tiba di kandang. Dehidrasi merupakan kehilangan cairan tubuh akibat kondisi suhu hatcher maupun suhu di box DOC selama perjalanan, sehingga kondisi DOC menjadi lemas.

Lemasnya DOC bukan karena kurang energi, karena energi sebetulnya masih tersedia pada sisa kuning telur di dalam tubuh DOC. Tetapi lemasnya DOC akibat kehilangan sebagian cairan tubuh. Jadi, pemberian air gula yang “notabene” katanya memberikan energi agar DOC tidak lemas adalah tindakan yang kurang tepat. Tindakan yang tepat adalah memberikan cairan elektrolit agar DOC mengalami rehidrasi.

DOC Dehidrasi

Di sisi lain, banyak penelitian terbaru yang menyimpulkan bahwa pemberian pakan seawal mungkin pada DOC akan menstimulasi perkembangan saluran pencernaan. Data yang dipublikasi di World Poultry Vol. 23 No. 7. Tahun 2007 dengan judul “Semi-moist diets to improve d.o.c. performance” menunjukkan bahwa DOC yang mendapat pakan dan minum seawal mungkin memiliki usus yang lebih panjang dan persentase kenaikan panjang tubuh yang lebih tinggi dibandingkan yang terlambat mendapat pakan. Di sisi lain pemberian pakan seawal mungkin dapat membantu mempercepat penyerapan sisa kuning telur sehingga imunitas ayam meningkat.

Kita ingat betul bahwa ayam sebagai ternak non-ruminansia unggas merupakan ternak yang akan berhenti makan apabila energi yang dibutuhkan sudah cukup terpenuhi. Kita ketahui juga bahwa gula mengandung glukosa sebagai sumber energi. Artinya apabila kebutuhan energi ayam hari pertama sebagian tercukupi oleh glukosa dari gula maka konsumsi pakan akan lebih sedikit. Rendahnya konsumsi pakan hari pertama ini justru berefek negatif terhadap perkembangan villi-villi usus sebagai saluran pencernaan.

Oleh karena itu, menarik untuk didiskusikan kembali bahwa masih perlukah pemberian air gula pada DOC yang baru tiba di kandang ??

Ditulis di Banjarbaru, Kalimantan Selatan 05 Mei 2012

——————————

BLOG Perunggasan Indonesia mempunyai harapan untuk menjadi Pintu Gerbang Informasi Bisnis Perunggasan di Indonesia. Andapun dapat turut berbagi informasi sebagai kontributor di BLOG tersebut.

Bila Anda berkeinginan untuk saling berbagi ilmu dan pengalaman bisnis perunggasan, maka di sinilah tempatnya. Kirimkan artikel Anda melalui email sopyanharis97@gmail.com dan akan diposting di BLOG Perunggasan Indonesia ini.

Mengutip motto dari @AkademiBerbagi bahwa “BERBAGI BIKIN HAPPY”. Jangan lupa follow @SopyanHaris di http://www.twitter.com untuk selalu terhubung bersama mengkampanye protein hewani untuk menuju Indonesia Emas 2020.

=============================

* Salah satu tindakan dalam pemeliharaan broiler

** Sastrawan Perunggasan, tinggal di Samarinda

Posted by. Sopyan Haris
with WordPress for Iyan’s JaveBerry.

  1. August 11, 2012 at 12:11 PM

    saya ingin bertanya pak :

    1.sebaiknya bagaimana kalau tidak di beri air gula,apa langsung saja di kasih elektrolit dg air?
    2. doc harus di kasih pakan secepatnya, berarti doc tiba apa langsung di beri pakan dari pabrik?
    3.waktu doc datang, di kasih pakan dulu atau elektrolit dulu pak? trims

    • August 16, 2012 at 8:16 AM

      Dear Bapak,

      1. Ya dapat langsung diganti dari air gula menjadi elektrolit

      2. Ya langsung saja ayam mendapat pakan dan minum.

      3. Tidak ada duluan antara pakan dan minum, tetapi keduanya diberikan bersama-sama.

  2. May 23, 2012 at 10:38 PM

    Reblogged this on . …… @Y@m G@uL.

  3. cyberfarmer01
    May 7, 2012 at 8:57 PM

    pak kalau, tidak salah gula itu bukannya termasuk penyusun larutan elektrolit yang diperlukan tubuh .. (selain ascorbic acid, potasiu
    m dsb) .. ..

    • August 24, 2012 at 10:06 AM

      Dear Bapak,

      Sejauh yang saya ketahui, gula yang dimaksud adalah karbohidrat. Dimana dalam metabolismenya, karbohidrat tersebut akan dihidrolisis menjadi monosakarida yang pada akhirnya akan menghasilkan ATP sebagai sumber energi.

      Pengertian gula di sini berbeda dengan unsur lain sebagai penyusun elektrolit.

      Kira-kira seperti itu..

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: