Home > Layer, Penyakit dan Kesehatan > STD Perubahan Warna Kotoran Ayam

STD Perubahan Warna Kotoran Ayam

STD Perubahan Warna Kotoran Ayam *

Oleh : Sopyan Haris**

(Samarinda, 15 September 2012) | Kotoran ayam normal terdiri atas material berwarna agak gelap dan ada kristal asam urat berwarna putih di atasnya.

Beberapa perubahan berikut mungkin terjadi di lapangan dan dapat dijadikan petunjuk untuk mengetahui permasalahan yang terjadi, yaitu :1.
Droppings with blood atau Kotoran + darah = coccidiosis

2.
Greenish droppings atau kotoran hijau = fase akhir dari gejala cacingan, atau terlambat makan sehingga cairan empedu masuk ke pencernaan, atau ayam banyak makan bahan makanan berwarna hijau pada ayam sistem free range.

3.
White, milky runny droppings atau kotoran putih seperti susu dan berair = cacingan, coccidiosis, Gumboro

4.
Brown runny droppings atau kotoran cair berwarna coklat = infeksi E. Coli

5.
Clear or watery runny droppings atau kotoran berair jernih = stress, IB

6.
Yellow & foamy droppings atau kotoran kuning dan berbusa = coccidiosis

7.
Grayish white & running continuously atau kotoran abu-abu dan terjadi terus menerus = vent gleet (penyakit kronis pada kloaka).

Nah, bagaimana dengan kondisi kotoran ayam di kandang Anda sekarang ?? Silahkan dicek sekarang serta dibandingkan dengan informasi di atas.

Sumber :
Jacquie Jacob, Tony Pescatore and Austin Cantor from http://www.ca.uky.edu
Issued : Feb 2011.

Ditulis di Samarinda, Kalimantan Timur 15 September 2012.

——————————

BLOG Perunggasan Indonesia mempunyai harapan untuk menjadi Pintu Gerbang Informasi Bisnis Perunggasan di Indonesia. Andapun dapat turut berbagi informasi sebagai kontributor di BLOG tersebut.

Bila Anda berkeinginan untuk saling berbagi ilmu dan pengalaman bisnis perunggasan, maka di sinilah tempatnya. Kirimkan artikel Anda melalui email sopyanharis97@gmail.com dan akan diposting di BLOG Perunggasan Indonesia ini.

Mengutip motto dari @AkademiBerbagi bahwa “BERBAGI BIKIN HAPPY”. Jangan lupa follow @SopyanHaris di http://www.twitter.com untuk selalu terhubung bersama mengkampanye protein hewani untuk menuju Indonesia Emas 2020.

=============================

* Salah satu cara melihat status kesehatan ayam

** Sastrawan Perunggasan, tinggal di Samarinda

  1. September 24, 2012 at 10:03 AM

    selamat pagi pak sopyan, beberapa waktu ini saya mendapatkan kasus penurunan produksi yang cukup tajam pada ayam kami. dalam 1 bulan ini produksinya sudah turun mendekati angka 80% padahal umur baru sekitar 40 ingguan. teringat akan artikel ini saya mencoba mengecek kotoran pada ayam dan ditemukan gejala seperti pada point 4. tetapi tanpa ada perubahan pada pola makan dan komposisi pakan bahkan nafsu makan juga tidak ada perubahan tetapi dalam 1 minggu terakhir terjadi penurunan yg lebih drastis daripada minggu2 sebelumnya. mohon pencerahannya untuk mengatasi gejala seperti pada ponit 4 karena berdasarkan cerita dari sesama peternak akibat dari infeksi coli ini sangat mengkhawatirkan. terimakasih.

    • September 24, 2012 at 4:00 PM

      Dear Pak Kuncoro,

      Saya tidak berani langsung menyimpulkan bahwa kasus yang Bapak hadapi adalah seperti gambaran pada poin 4 posting artikel saya.

      Saran saya adalah mintalah dokter hewan kepercayaan Bapak untuk mendiagnosa lebih akurat kasus yang Bapak hadapi sesuai dengan gejala-gejala yang tampak di lapangan.

      Bilapun memang benar diagnosanya adalah E-Coli maka tentunya Dokter hewan akan memberikan rekomendasi pengobatan yang dapat dilakukan. Yang tidak kalah pentingnya adalah bapak melakukan upaya meminimalkan potensi penyebab kasusnya, misalnya menjaga kebersihan tempat minum ayam.

      Pernah saya menemukan kasus keluhan drop produksi juga dan kondisi kotoran juga dilaporkan seperti gambaran tersebut. Lalu atas bantuan seorang kawan yang kebetulan berada dekat dengan lokasi kejadian kami melakukan investigasi jarak jauh dan menyimpulkan bahwa permasalahan infeksi bakterial pada saluran pencernaan yang akhirnya mempengaruhi produksi adalah hanya akibat “kemalasan” care taker kandang untuk membersihkan tempat minum.

      Kembali pada permasalahan yang bapak hadapi menurut saya adalah lakukan dahulu diagnosa secara tepat. Kekeliruan mendiagnosa akan berakibat pada kekeliruan mengambil langkah perbaikan.

      Salam,
      SopyanHaris

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: