Home > Others > Negeri Rabun Jauh

Negeri Rabun Jauh

Negeri Rabun Jauh

Oleh : Sopyan Haris

(Estimasi baca : 2 menit)

(Banjarbaru, Nov12) Saat ini kita dalam situasi yang disebut immediate, yakni segala hal harus diselesaikan sekarang dan saat ini; tidak ada lagi arah dan pandangan ke depan dan perencanaan menengah dan jauh, yang ada adalah sekarang. Inilah situasi masyarakat kita sekarang dimana semua maunya instan dan instan dan instan. Tidak ada lagi pandangan masa depan yang jelas, semua menjadi rabun masa depan.Coba tengok seluruh program diberbagai bidang ilmu di Indonesia bukankah semua pola yang diterapkan adalah pola immediate? Ambil contoh program pendidikan, setiap saat berubah pola akhirnya membuat pendidikan bukannya mencerdaskan bangsa tetapi membuat mentrampilkan bangsa; mengajarkan untuk bisa menggunakan ini dan itu, mengajarkan untuk bisa melakukan pekerjaan ini dan itu.

Kalau mencerdaskan pasti yang diajarkan adalah dasar-dasar pengertian dan filosofinya bukan pengetahuan mekanis semata tetapi yang terjadi saat ini adalah semua murid mulai pendidikan dsar sampai tinggi semuanya hanya berkutat pada ilmu pengetahuan semata tanpa ada roh nya.

Pendidikan kita saat ini lupa untuk mengingatkan essensi kita sebagai manusia seutuhnya yang punya cipta punya rasa dan punya karsa sebagai makhluk Tuhan Yang Maka Kuasa. Outpun dari pendidikan kita saat ini hanya menjadi ahli di bidang ini dan itu untuk digunakan saat ini dan sekarang.

Lihat saja sekarang anak TK dan bahkan pra Tk diwajibkan harus sudah bisa baca dan sedikit tulis (walaupun tidak tersurat) tetapi dalam pergaulan dunia pendidikan semua ini jamak terjadi. Jadi apa lagi yang bisa diharapkan dari generasi penerus kita. Wong kita saja sudah terjerumus dalam kondisi ini.

Saya bukan seorang ahli pendidikan. Tapi naluri saya mengatakan bahwa efek dari pola pendidikan kita inilah yang akhirnya kita tidak mampu merancang masa depan. Kita menjadi kaget saat ternyata tantangan masa depan sudah mendekat ke kehidupan kita saat ini. Seolah tantangan itu baru saja muncul saat kita terjaga dari tidur semalam.

Nun jauh di negeri seberang sana sudah mempersiapkan segalanya untuk menuju kehidupan 30 sampai 50 tahun ke depan. Sedangkan kita di sini masih terlalu rabun untuk membaca masa depan.

Categories: Others
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: