Home > Celah Kandang > Journal and Reflection : Seklumit Filosofi Telur

Journal and Reflection : Seklumit Filosofi Telur

Journal and Reflection : sekedar sharing tentang sudut pandang *

Oleh : Sopyan Haris **

 Estimasi baca : 2 menit

(Banjarbaru, 5 Januari 2013). Dari seorang kawan nun jauh di sana yang mengirimkan seklumit catatan menarik berkaitan dengan telur. Ada filosofi yang terkandung di dalamnya. Bukan bermaksud menggurui, namun sekedar berbagi wawasan, berikut saya posting catatan kecil itu.

Embrio

======================================

1.

Sebutir telur adalah sesuatu yang sangat menarik. Permukaan halus kulit luarnya yang memancarkan keheningan.  Meskipun struktur pertahanan telur, lapisan cangkang pada bagian luarnya, dan putih telur pada bagian dalam yang sekaligus adalah nutrisi inti telur yang akan berkembang menjadi embrio, cukup melindunginya, tetap saja sebutir telur terasa sangat rapuh. Hal ini seakan-akan menyimbolkan ketidak berdayaan, kerapuhan dan kefanaan kehidupan itu sendiri. Tapi yang paling menakjubkan dari sebutir telur adalah potensi keajaiban hayati yang dikandungnya.

Filosofi

2.

Keterpesonaan manusia pada sebutir telur yang hampir setua sejarah manusia itu sendiri, melewati batas kultural menembus lingkup spiritual untuk mengungkap misteri penciptaan, bahkan pada akhirnya hingga kosmologi modern.

3.

Pada mitos Cina, mulanya langit dan bumi berbentuk sebutir telur ayam. Pan Gu yang lahir diantaranya merasa bosan hidup dalam kegelapan di dalamnya.  Ia pun membelah telur itu menjadi dua bagian, maka langit dan bumi terpisah.  Selama 18.000 tahun, Pan Gu menahan perpisahan tersebut, hingga akhirnya ia meninggal. Tubuhnya pun terpencar menjadi segala isinya, bulan dan bintang;

4.

Di kepulauan Tahiti, dunia dijadikan Ta’aroa yang keluar dari cangkang telurnya dan menggunakan tubuhnya untuk menciptakan tanah dan binatang-binatang;

5.

Mesir Kuno percaya bahwa awalnya dunia hanyalah berupa cairan hitam (Nun), yang mana di dalamnya berisi sebutir telur yang didalamnya terdapat empat pasang dewa-dewi yang akhirnya membuat dunia;

6.

Di Afrika, sebutir telur menetaskan ruh bernama Nommo yang mencetuskan dan menciptakan bumi dan semesta.

7.

Saat ayam mau menetas, paruhnya itu akan memecah kerabang. Ayam yang kuat akan berhasil memecah dan menetas jadi anak ayam yang sanggup berdiri. Tetapi kalo kerabangnya kita bantu pecahkan agar ayam bisa keluar maka itu justru akan membuat ayam itu menjadi lemah

============================

* Sebuah catatan kecil dari seorang kawan

** Sastrawan Perunggasan kini tinggal di Kalimantan

Categories: Celah Kandang
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: