Home > Layer > Bagaimana Mencegah Ayam Mematuk Telurnya Sendiri

Bagaimana Mencegah Ayam Mematuk Telurnya Sendiri

Bagaimana Mencegah Ayam Mematuk Telurnya Sendiri ? *

Oleh : Sopyan Haris **

Estimasi Baca : 3 Menit

(Banjarbaru, 9 Feb 2013). Saat Anda berada di area kandang ayam petelur, boleh jadi suatu ketika menjumpai bahwa ayam mematuk dan memakan isi telurnya sendiri. Apa sebenarnya yang terjadi ? Dan adakah upaya untuk mencegahnya ? Nah pada catatan kecil berikut semoga dapat memberikan uraiannya.

Ayam makan telur

Ayam yang mematuk dan memakan isi telurnya sendiri adalah sebuah kebiasaan yang buruk dan harus dicegah. Sekali ada kejadian tersebut maka akan sulit untuk dihilangkan kasusnya. Yang dapat dilakukan adalah upaya-upaya untuk mencegah terjadinya kasus mematuk dan memakan isi telurnya pertama kali.

Ayam pertama kali akan memakan isi telurnya sendiri manakala ada kejadian telur yang kerabangnya rusak dan isi telurnya mulai terlihat oleh ayam. Dengan paruhnya tersebut ayam mulai memperlebar luas permukaan kerusakan kerabang sehingga akhirnya ayam dengan mudah memakan isi telur.

Beberapa faktor yang memungkinkan sebagai pemicu kerusakan kerabang telur harus diminimalisir untuk mencegah ayam memakan isi telur.

#1.
Kondisi kawat battery yang rusak. Kerusakan pada kawat battery ini bisa karena umur kawat yang sudah lama atau karena kualitas kawat yang memang rendah. Di Indonesia banyak beredar kawat battery yang memiliki harga dan kualitas yang bervariasi. Kadang peternak hanya mempertimbangkan harga murah untuk memilih kawat battery tetapi ternyata mudah rusak dan mudah berkarat. Sehingga kerusakan kerabang telur murni karena akibat fisik terkena kawat yang rusak.

#2.
Kondisi kawat battery yang kurang lentur. Kawat battery yang baik memiliki campuran bahan yang menyebabkan ada tingkat kelenturan tertentu. Kelenturan ini bermanfaat untuk mengimbangi tekanan dari kloaka ayam saat ayam menekan ketika proses bertelur. Kawat yang terlalu kaku akhirnya menyebabkan ada retak pada kerabang telur.

#3.
Tonjolan paku pada battery bambu atau kayu. Tidak sedikit peternak di Indonesia yang masih menggunakan bambu atau kayu sebagai battery. Tidak ada larangan penggunaan bambu atau kayu ini sejauh aspek fungsi dan manfaatnya sama. Hanya saja bambu atau kayu cenderung tidak seragam, pemasangan tidak lurus dan sering dijumpai adanya tonjolan-tonjolan paku. Ini juga bisa menyebabkan kerusakan kerabang akibat benturan fisik dengan paku.

#4.
Telur yang tertahan dan terinjak oleh ayam. Sering juga dijumpai bahwa sudut kemiringan battery kurang sehingga telur masih tertahan di bawah ayam. Pada kondisi ini dimungkinkan cakar ayam menginjak telur dan menyebabkan ada keretakan.

#5.
Sudut kemiringan battery terlalu curam. Kondisi ini menyebabkan telur terlalu laju dan terjadi benturan keras dengan sisi pembatas telur di bawah battery. Benturan ini yang memungkinkan terjadinya kerusakan kerabang.

#6.
Kondisi kerabang yang tipis. Kadang terjadi juga kerusakan kerabang telur yang bukan karena fisik akibat battery atau sudut kemiringan. Kerabang telur terkadang tipis karena proses metabolisme atau proses pembentukan kerabang yang terganggu. Terganggunya proses pembentukan kerabang bisa akibat kondisi stress, infeksi virus atau rasio Calcium dan Fosfor yang kurang. Bila kasus ini berkaitan dengan feed dan feeding maka sebaiknya rasio Calcium dan Fosfor harus cukup serta metode pemberian pakan mengikuti 30% pagi hari dan 70% sore hari dengan. Diikuti program lighting yang tepat.

#7.
Umur ayam yang semakin tua. Secara alami dengan semakin bertambahnya umur maka potensi kejadian penipisan kerabang semakin tinggi. Kondisi ini terjadi akibat asupan Calcium yang tetap namun harus terdispersi pada telur yang semakin berat dan semakin bertambah luas permukaannya. Pada kondisi ini maka tindakan menambahkan sumber Calcium dapat dilakukan.

#8.
Intensitas cahaya yang terlalu tinggi. Percobaan lapangan menunjukkan bahwa intensitas cahaya kurang dari 5 lux selama 16 jam sangat membantu mempertahankan kualitas kerabang sekaligus mengurangi sifat kanibal pada ayam. Namun pada kandang-kandang terbuka yang dapat menerima cahaya UV dari matahari akan sulit untuk menerapkan tindakan ini. Pada kandang tertutup tindakan ini dapat dilakukan dengan efektif.

Ayam yang mematuk dan memakan isi telurnya sendiri adalah sebuah kebiasaan yang sulit untuk dihilangkan dan akan menular pada ayam-ayam yang lain. Tidak ada tindakan magic yang simpel yang dapat dilakukan melalui pakan atau air minum untuk menyelesaikan kasus ini. Kasus ini tidak selalu mengindikasikan adanya kekurangan (defisiensi) mineral, vitamin atau bahan aditif lain di ayam. Kasus ini lebih pada permasalahan kebiasaan (behavior).

Tindakan manajemen pemeliharaan untuk mencegah tingginya jumlah telur retak merupakan tindakan yang lebih bijaksana untuk mencegah kejadian pertama kalinya ayam mematuk dan memakan isi telurnya sendiri.

Diadaptasi dari pemikiran R. Scott Beyer (Extention Specialist, Poultry Science in Animal Science and Industry of Kansas State University).

========================

*. Kasus yang sering terjadi di lapangan

**. Sastrawan Perunggasan, kini tinggal di Samarinda – Kaltim

Categories: Layer
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: