Home > Bisnis Perunggasan, Pangan > September 2013 : Naiknya harga ayam di pasar akibat kenaikan harga pakan adalah berita menyesatkan

September 2013 : Naiknya harga ayam di pasar akibat kenaikan harga pakan adalah berita menyesatkan

September 2013 : Naiknya harga ayam di pasar akibat kenaikan harga pakan adalah berita menyesatkan..

Oleh : Sopyan Haris

(Estimasi Baca 1 menit)

 

Daging Cobb 500

Beberapa hari terakhir ini banyak pemberitaan di media massa maupun social media yang mengatakan bahwa naiknya harga ayam potong di pasar saat ini akibat kenaikan harga pakan, menurut saya ini adalah berita menyesatkan.

Berita naiknya harga pakan memang benar tetapi itu belum langsung berdampak pada naiknya harga ayam potong di pasar. Setelah ada kenaikan harga pakan, pada kenyataannya harga ayam hidup di kandang masih rendah, lebih rendah dari harga menjelang Lebaran 2013.

Bila saat menjelang Lebaran harga ayam meningkat, bisa dikatakan akibat hukum permintaan dan penawaran. Tetapi bila saat ini harga ayam hidup di kandang masih rendah tetapi konsumen akhir di pasar harus membeli ayam potong dengan harga tinggi, maka ada beberapa teori yang kiranya bisa menjelaskan.

# Teori 1.

Kondisi ini sama sekali tidak berhubungan dengan hukum permintaan dan penawaran. Kondisi ini cenderung akibat aksi ambil untung di tengah momentum berita kenaikan harga pakan. Cilakanya aksi ambil untung ini bukan dilakukan oleh produsen -baca peternak- yang berpeluh keringat bekerja sebulan lebih, tetapi aksi ambil untung ini justru dilakukan oleh “tengkulak” yang cenderung “modal dengkul” dan dalam hitungan 1 – 2 hari dapat meraup untung besar.

# Teori 2.

Momentum kenaikan harga pakan dimanfaatkan oleh importir daging ayam dengan menghembuskan berita kekurangan supply daging karena peternak yang merugi -baca gulung tikar- akibat kenaikan harga pakan. Isyu tersebut ditangkap oleh media massa dengan bombastis -baca LEBAY- dengan target agar otoritas memberi kesempatan dibukanya kran import daging ayam dengan alasan harga ayam potong sudah terlalu mahal.

Teori ke-2 ini ibarat -maaf- “kentut” yang sulit diungkap keberadaanya tetapi terasa pengaruh -bau-nya. Peredaran informasi saat ini bertebaran tidak ada batasan. Antara kebenaran dan ketidakbenaran terasa makin sulit dibedakan. Sudut pandang yang berbeda akhirnya akan membawa kesimpulan yang berbeda juga. Analisa ini murni analisa pribadi dan tidak mewakili institusi apapun dari manapun.

Salam,

Sopyan Haris

Diposting dari Banjarbaru – Kalimantan Selatan

Categories: Bisnis Perunggasan, Pangan
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: